Berita Jawa Tengah
Ngangklang, Tradisi Pemuda Ngareanak Kendal Jelang Sahur, Keliling Kampung Sembari Bunyikan Musik
Berkeliling memainkan musik untuk membangunkan orang sahur ini ingin dijadikannya menjadi kearifan lokal yang terus dipertahankan.
Musik pertama pemuda RW 04 desa setempat yang didendangkan itu adalah lagu Jaran Goyang ciptaan Andi Bendol.

• PSCS Cilacap: Jika PT LIB Potong Dana Subsidi Klub, Nasib Kami Makin Apes
• Angkutan Liar Angkut Pemudik Makin Marak di Cilacap
• Antisipasi Pemudik, Enam Jalur Masuk Ke Cilacap Melalui Dayeuhluhur Ditutup
Entah berapa kali lagu tersebut diperdengarkan sembari satu di antara pemuda tersebut meneriakkan “Sahur, sahur, wayahe ayo padha sahur…”
Selain Jaran Goyang, secara bergantian mereka memamerkan keahlian memainkan musik mulai dari lagu Prau Layar hingga Caping Gunung.
Apabila dihitung, keenam pemuda tersebut berjalan kaki berkeliling kampung selama satu jam atau sejauh sekira 1,5 kilometer.
Sebagai penutup, mereka memainkan satu lagu yang sama saat mengawali perjalanan.
Semula yang didengar tetabuhan alat musik pun digantikan oleh suara warga lain membangunkan sahur melalui speaker masjid maupun musala.
Demikianlah sedikit gambaran aktivitas para pemuda jelang sahur yang nyaris dilakukan tiap hari.
Suatu kegiatan yang telah menjadi tradisi setiap Ramadan oleh warga setempat.
“Membangunkan orang untuk menyiapkan hidangan santap sahur ini sudah menjadi tradisi kami.”
“Entah kapan awalnya, kami kesulitan untuk mendeteksinya. Ini spontanitas kami menjaga tradisi tiap Ramadan,” kata Taufik.
Kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (12/5/2020), dia menerangkan, tidak ada ketentuan dalam satu kelompok musik jelang sahur ini, baik alat maupun jumlah orangnya.
“Jika ada belasan orang yang datang, kami bagi menjadi dua hingga beberapa kelompok. Rutenya pun tidak bersamaan.”
“Alat musik apapun bisa, yang penting bisa diselaraskan,” terangnya.
• Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya
• Paling Lama Tiga Hari, Pasien Sudah Ketahui Hasil Swab di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang
• Balap Liar di Semarang, Ratusan Pemuda Dipaksa Menuntun Motor Sejauh Dua Kilometer
Dia menyampaikan, jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu, kali ini lebih banyak orangnya. Tak sekadar di akhir pekan, tetapi hampir di tiap harinya.
“Sebab, para pemuda terutama yang berstatus masih sekolah saat ini sedang ‘belajar di rumah’. Mungkin itu jadi satu faktor tersendiri,” tuturnya.