Berita Jawa Tengah

Ngangklang, Tradisi Pemuda Ngareanak Kendal Jelang Sahur, Keliling Kampung Sembari Bunyikan Musik

Berkeliling memainkan musik untuk membangunkan orang sahur ini ingin dijadikannya menjadi kearifan lokal yang terus dipertahankan.

Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/DENI SETIAWAN
Enam pemuda RW 04 Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal membunyikan alat musik sembari kelilingi kampung menjelang sahur, Selasa (12/5/2020) dini hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - PERKAMPUNGAN yang semula dalam suasana hening mendadak riuh di Dusun Ngareanak, Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Selasa (12/5/2020) dini hari.

terlihat pada jam dinding Musala Al Hikmah di dusun tersebut, waktu menunjukkan sekira pukul 02.00.

Tetabuhan beragam alat musik bersahut-sahutan dari berbagai penjuru, di saat sebagian warga masih terlelap tidur. 

Alat musik yang digunakan bisa dikata cukup sederhana. 

Mulai dari kentongan, tamborin, marawis, bolero, hingga hasil modifikasi jerigen dengan galon air isi ulang. 

Mengembirakan Hari Ini, Kasus Positif Virus Corona di Jateng Mulai Berkurang

Saya Ikhlas Kembalikan BLT Rp 600 Ribu Ini, Bupati Banyumas: Ini Benar-benar Luar Biasa

Mulai Besok Selasa, KAI Jalankan KA Luar Biasa, Layani Tiga Rute Perjalanan

Setidaknya apabila didengar, pada dini hari itu ada sekira empat kelompok yang menjalankan tradisi di tiap Ramadan, menjelang waktu santap sahur

Satu di antaranya kelompok yang digawangi Taufik Nur Ikhsan (25). 

Pasukan enam pemuda tersebut sebelumnya berkumpul di halaman Musala Al Hikmah, RT 01 RW 04 Ngareanak, Singorojo, Kendal

Telah lengkap dengan alat musik yang dibawa dari rumah mereka masing-masing. 

Tak lupa pula masker mereka kenakan, tak sekadar pakaian penghangat badan untuk menerobos hawa dingin hari itu. 

Masker memang saat ini menjadi kewajiban di kala mereka keluar rumah dalam masa pandemi virus corona (Covid-19).

Saat seluruh perlengkapan siap, pasukan ala ninja kampung tersebut memulai perjalanan kelilingi permukiman penduduk. 

Sang komandan, Taufik menyelaraskan bunyi kentongan bersama Mugiyanto (34).

Digabung alat musik modifikasi jerigen oleh Didik Santoso (27).

Tamborin oleh Wawan (35), bolero dimainkan Bagas Kurniawan (12), dan Puput Nur Sofyan (27) memainkan marawis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved