Selasa, 28 April 2026

Kirab Cheng Ho

Asti Terkesan Lihat Kemeriahan Kirab Cheng Ho di Semarang

Ribuan warga mengikuti arak-arakan memperingati pendaratan Laksamana Cheng Ho di Semarang, Minggu (27/7/2025).

|
Penulis: Achiar M Permana | Editor: rika irawati
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
KIRAB CHENG HO - Ribuan warga memadati kompleks Kelenteng Sam Poo Kong, Gedungbatu, Kota Semarang, Minggu (27/7/2025), untuk menyaksikan kirab atau arak-arakan Cheng Ho. 

SEMARANG, TRIBUN – Ribuan warga mengikuti arak-arakan memperingati pendaratan Laksamana Cheng Ho di Semarang, Minggu (27/7/2025). 

Kirab untuk memperingati 620 tahun napak tilas perjalanan Laksamana Cheng Ho di Kota Semarang itu diikuti 15 kelenteng dari berbagai daerah, hamper dua kali lipat dari peserta tahun lalu, yang berjumlah delapan kelenteng.

Selain dari Kota Semarang dan Ungaran (Kabupaten Semarang), kelenteng-kelenteng yang berpartisipasi dalam kirab Cheng Ho pada tahun ini berasal dari Kudus, Surabaya, Malang, Bogor, dan Jakarta.

Tiap kelenteng membawa kimsin atau rupang mereka. Beberapa membawa rupang utama, sementara yang lain membawa satu set lengkap.

Peserta arak-arakan membawa 15 tandu atau kio berisi kimsin (rupang) Sampo Tay Djien, yang merupakan nama kebesaran Cheng Ho.

Kirab menempuh rute dari Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, menuju Kelenteng Sam Poo Kong, Gedungbatu, Simongan, dengan jarak sekitar enam kilometer.

Dari Gang Lombok, peserta kirab melalui Gang Pinggir, Jalan Wotgandul Timur, Jalan Wotgandul Barat, Jalan Plampitan, Jalan Kranggan Barat, Jalan Depok, Jalan Pemuda, Jalan MGR Soegijapranata, Jalan Bojongsalaman, dan Jalan Simongan menuju Kelenteng Sam Poo Kong.

Asti (23), pengunjung yang datang bersama dua rekannya, mengaku baru kali pertama menyaksikan arak-arakan Cheng Ho. Dia juga baru kali pertama datang ke Kelenteng Sam Poo Kong. Warga asal Jambi tersebut terkesan dengan festival ini sekaligus keunikan dari Kelenteng Sam Poo Kong.

"Oleh karena baru pertama kali, kayak 'waw' gitu, terpesona gitu," ungkap Asti, yang tengah menempuh pendidikan di salah satu universitas di Kota Semarang.

Baca juga: Festival Cheng Ho Digadang Jadi Incaran Internasional

Senada, Rizki (23), pengunjung lain, mengatakan bahwa mengunjungi Kelenteng Sam Poo Kong lantaran penasaran dengan Festival Cheng Ho. Warga Purbalingga tersebut mendapat informasi tentang Kelenteng Sam Poo Kong dan Festival Cheng Ho dari rekannya yang merupakan warga Semarang. Dia pun antusias menyaksikan kirab Cheng Ho di tengah libur kuliahnya.

"Ini pengalaman pertama kali, jadi sangat menarik bagi saya.  Saya tertarik lihat barongsai, terus ada alat-alat musik yang dimainkan waktu arak-arakan di jalan," ungkapnya.

Ketua Perayaan, Santika menjelaskan, kirab berlangsung dari Kelenteng Tay Kak Sie ke Kelenteng Agung Sam Poo Kong. “Kami semalam (Minggu malam—Red) sudah bawa abunya, nah, ini kami bawa rupangnya. Ini seperti anjangsana di Kelenteng Agung Sam Poo Kong," jelas Santika, di sela-sela acara.

Ketua Yayasan Sam Poo Kong Semarang, Mulyadi Setiakusuma memaparkan, keberadaan Kelenteng Sam Poo Kong tidak bisa dilepaskan dari sosok Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut muslim dari Tiongkok. Cheng Ho, kata Mulyadi, dipercaya pernah berlabuh di Semarang, lebih dari 600 tahun silam.

Baca juga: Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2026, KONI Kota Semarang Minta Dukungan Anggaran

Menurut Mulyadi, Kelenteng Sam Poo Kong yang berada di kawasan Simongan, Semarang Barat itu merupakan petilasan untuk menghormati jasa-jasa Cheng Ho selama berlabuh dan menjalin hubungan dengan masyarakat lokal di pesisir Jawa.

Dia menambahkan, jejak peninggalan Cheng Ho tidak hanya tercermin dalam sejarah, tetapi juga terlihat dalam warisan budaya yang masih hidup hingga kini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved