Kirab Cheng Ho
Asti Terkesan Lihat Kemeriahan Kirab Cheng Ho di Semarang
Ribuan warga mengikuti arak-arakan memperingati pendaratan Laksamana Cheng Ho di Semarang, Minggu (27/7/2025).
Penulis: Achiar M Permana | Editor: rika irawati
Salah satu yang paling nyata adalah makanan khas Semarang, yaitu lumpia, yang bahan utamanya adalah rebung dan menjadi simbol asimilasi budaya yang terjadi sejak masa kedatangan Cheng Ho.
Lebih jauh, Mulyadi menilai bahwa akulturasi budaya yang dibawa Cheng Ho justru memperkuat persatuan masyarakat Semarang. Keberagaman yang ada, kata dia, tidak memecah-belah, melainkan mempersatukan dan memperkaya karakter kota.
"Semarang menjadi salah satu kota dengan toleransi yang sangat baik itu yang membuat kekuatan tersendiri ekonomi dan Kota Semarang itu. Dan itu tidak terlepas dari sosok Laksamana Cheng Ho," imbuhnya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan komitmennya untuk mendukung perayaan yang lebih besar pada 2026. “Supaya Festival Cheng Ho 2026 lebih hebat, kami akan ikut memeriahkan. Tentu agar daya tariknya makin kuat,” ucap Agustina. (*)
Artikel ini tayang di Tribun Jateng cetak edisi Senin, 28 Juli 2025.
| Debut Kas Hartadi, Penalti Beto Goncalves Selamatkan Napas PSIS |
|
|---|
| Debut Manis Kas Hartadi: PSIS Semarang Jinakkan Kendal Tornado di Jatidiri lewat Gol Beto |
|
|---|
| Menjaga Warisan Sejak 1957, Batik Hadipriyanto Konsisten Produksi Motif Khas Banyumasan |
|
|---|
| Dongkrak Produksi Susu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Inginkan Kontes Sapi Perah |
|
|---|
| Tanggapan Bupati Lilis Usai Kebumen Sabet National Governance Awards 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kirab-Cheng-Ho.jpg)