Selasa, 14 April 2026

Banyumas

Kholid Tepis Cibiran Orang Lewat 100 Porsi Rica Entok di Desa Baseh

Dulu dicibir buka warung di tengah sawah, Kholid kini sukses menjual 100 porsi rica-rica entok tiap harinya di Desa Baseh, Kedungbanteng.

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Sensasi Makan di Tengah Sawah, Suasana pengunjung saat menikmati sajian andalan rica-rica basur (entok) di sebuah warung sederhana pinggir sawah di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Sabtu (11/4/2026). Berawal dari cibiran pada tahun 2014 silam, Kholid (64) sang pemilik warung, kini sukses menjual hingga 100 porsi rica-rica per hari. 

Ringkasan Berita:
  • Sempat diragukan, Kholid (64) berhasil membuktikan kesuksesan warung rica-rica basur (entok) miliknya di tengah hamparan sawah Desa Baseh, Kedungbanteng. 
  • Mantan TKI Arab ini merintis usaha pada 2014 setelah mengeringkan sawah. 
  • Mengandalkan resep rahasia dan teknik presto, rica-rica seharga Rp20 ribu per porsi ini kini laris hingga 100 porsi sehari. 
  • Suasana asri pedesaan membuat warungnya diburu pecinta kuliner dari Cilacap hingga Bandung.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pepatah yang mengatakan usaha tidak akan mengkhianati hasil sepertinya sangat tepat disematkan kepada Kholid (64).

Siapa yang menyangka, keputusannya mendirikan warung makan sederhana di tengah hamparan persawahan Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, kini berbuah manis.

Kisah inspiratif pemilik 'Warung Rica-Rica' ini bermula pada 2014 silam.

Baca juga: Luminor Purwokerto Luncurkan Shining Six Ramadhan, Sajikan Kambing Guling dan Program Sahur Gratis

Kholid, yang merupakan seorang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, memutuskan banting setir setelah sebelumnya bekerja sebagai sopir.

Lantaran tinggal sendirian di rumah sembari menunggu istrinya yang masih bekerja di luar negeri, Kholid iseng memutar otak mencari kesibukan.

Ia lantas nekat mengeringkan sepetak sawah miliknya untuk disulap menjadi sebuah kedai makan.

Kala itu, berjualan olahan daging basur (entok) di kawasan tersebut adalah hal yang sangat asing.

Keputusannya sempat memicu cibiran dan pandangan sebelah mata dari warga sekitar.

"Dulu banyak yang meremehkan, katanya siapa yang mau makan di tengah sawah," kenang Kholid menceritakan keraguan tetangganya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (11/4/2026).

Magnet Kuliner Lintas Kota

Waktu berlalu, cibiran tersebut kini berhasil ia bungkam.

Warung yang dulu diragukan itu menjelma menjadi magnet kuliner.

Setiap harinya, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, warung Kholid tak pernah sepi pengunjung.

Kini, ia sanggup ludes menjual minimal 100 porsi dalam sehari.

Untuk memenuhi tingginya selera pelanggan, Kholid rata-rata menghabiskan 7 hingga 8 ekor entok pada hari biasa, dan melonjak hingga 11 ekor saat akhir pekan.

Cita rasa bintang lima dengan harga kaki lima menjadi rahasia suksesnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved