Jumat, 15 Mei 2026

Banyumas

Gandeng Bank Jateng dan Bulog, Jatam Muhammadiyah Latih 88 Petani Muda

Lewat Jatam, Muhammadiyah Jateng sukses latih 88 petani muda. Mereka didampingi dari tanam hingga serapan gabah oleh Bulog, Rabu (13/5).

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
FGD JASELA - Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Fatkhurrohman (berkemeja hitam) saat memaparkan keberhasilan program Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) pengembangan Jasela di Gedung PD Muhammadiyah, Kabupaten Banyumas, Rabu (13/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Muhammadiyah menggagas Jatam guna menarik minat generasi muda di bidang pertanian.
  • Jatam memberi pendampingan bertani dari hulu ke hilir untuk usia maksimal 45 tahun.
  • Pelatihan telah digelar di Banyumas Raya dengan 58 peserta dan Kedu Raya 30 peserta
  • Petani muda didampingi mulai dari teknis tanam padi hingga akses KUR Bank Jateng Syariah.
  • Untuk jaminan pasar, Jatam Muhammadiyah juga telah menjalin MoU dengan pihak Bulog.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah kini secara khusus memiliki lembaga bernama Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) yang digagas untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun dalam bidang pertanian.

Di tengah banyaknya pemerintah kabupaten/kota yang kerap mengeluhkan minimnya minat dari kalangan petani milenial, program Jatam justru sudah berjalan efektif dengan memberikan pendampingan secara nyata dari sektor hulu sampai ke hilir.

Hal progresif itu disampaikan secara langsung dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) yang membahas rencana pengembangan wilayah Jawa Tengah bagian Selatan (Jasela) bertempat di Gedung Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah, Kabupaten Banyumas, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Sinergi Muhammadiyah Jateng-BSI: Kirim Peserta Terbesar demi Rebut Takhta Juara di Olympicad VIII

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah, Fatkhurrohman mengatakan, Jatam itu sejatinya merupakan sebuah lembaga bentukan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah.

Lembaga strategis tersebut saat ini dipastikan sudah ada dan merata di semua tingkatan pengurus wilayah dan pengurus daerah.

"Programnya, kemarin kami mengadakan sekolah kader pemberdayaan masyarakat. Itu kami mengutamakan yang muda, maksimal usia 45 tahun," katanya memberikan keterangan kepada tribunbanyumas.com.

Fatkhurrohman mengatakan, kegiatan pelatihan turun ke lapangan tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Jasela, tepatnya untuk kawasan Banyumas Raya pada 8-10 Mei 2026 lalu, dan disusul kawasan Kedu Raya pada 24-26 April 2026.

Tercatat, antusiasme peserta anak muda di wilayah Banyumas Raya sukses mencapai 58 orang, dan partisipasi di Kedu Raya berhasil mencapai 30 orang.

Dia melihat para peserta pelatihan tersebut sangat antusias dalam mendapatkan pendampingan nyata dari tahapan hulu sampai hilir.

Contohnya pada komoditas penanaman padi, mereka diedukasi dari cara budidaya yang benar sampai urusan pembiayaan modal yang dapat dilakukan melalui fasilitas KUR Supermikro dari Bank Jateng Syariah.

"Kemudian hilirnya, kami jalin MoU dengan Bulog. Gabah kami ambil untuk diserap Bulog," ungkapnya membeberkan skema jaminan pasar bagi petani. (fba)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved