Breaking News:

Berita Banyumas

Jalan Protokol Menuju Alun-alun Purwokerto Ditutup Tiap Malam, Dishub: Diberlakukan Mulai Hari Ini

Mengurangi kerumunan terutama di pusat kota dan menghindari penyebaran Covid-19, jalan-jalan protokol menuju Alun-alun Purwokerto, ditutup sementara.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Pengendara melintas perempatan Alun-alun Purwokerto, Jalan Jenderal Soedirman, rute yang akan ditutup akses jalannya demi mengurangi keramaian, Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Untuk mengurangi kerumunan terutama di pusat kota dan menghindari penyebaran Covid-19, jalan-jalan protokol menuju Alun-alun Purwokerto ditutup.

Kebijakan itu berlaku mulai malam ini, Selasa (12/5/2020) pukul 20.00 hingga pukul 06.00.

Aktivitas warga di bulan puasa seperti sekarang ini cenderung meningkat.

Dimana banyak dimanfaatkan untuk keluar rumah meski dalam masa-masa pandemi Covid-19.

Antisipasi Pemudik, Enam Jalur Masuk Ke Cilacap Melalui Dayeuhluhur Ditutup

Angkutan Liar Angkut Pemudik Makin Marak di Cilacap

Cuma Diberi Rp 200 Ribu Tiap Warga, BLT Dana Desa di Purbasari Purbalingga, Begini Alasan Kades

Ngangklang, Tradisi Pemuda Ngareanak Kendal Jelang Sahur, Keliling Kampung Sembari Bunyikan Musik

"Jalan yang akan ditutup adalah mulai dari Pertigaan Sawangan, menuju ke arah timur di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman."

"Kemudian diteruskan hingga ke Perempatan Palma, Jalan Masjid, Jalan Pereng," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie kepada TribunBanyumas.com, Selasa (12/5/2020).

Agus menambhakan, jika rute jalan yang ditutup adalah persis seperti rute Car Free Day (CFD).

Akan tetapi pelaksanaan penutupan jalan tersebut dilakukan pada malam hari dan dalam rentang waktu yang sudah ditentukan.

"Rutenya seperti car free day, dan ini adalah awalan dan nanti akan bertahap dan meluas ke arah timur sampai ke Perempatan Srimaya," katanya.

Menurut Agus, pembatasan akses jalan ke lokasi yang menjadi tempat keramaian warga terpaksa memang harus dilakukan.

Hal itu karena masih adanya warga masyarakat yang kurang disiplin dan masih ada yang suka berkerumun.

Dengan pembatasan ini Agus meminta warga masyarakat terus meningkatkan kedisiplinan untuk tetap di rumah dan membatasi aktivitas yang kurang penting. (Permata Putra Sejati)

BST Kemensos Mulai Dibagikan di Purbalingga, Melalui PT Pos Indonesia dan Bank Himbara

Napi Asimilasi di Purbalingga Diusulkan Dapat Bantuan Sembako

Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu Sudah Cair, Simak Cara dan Syarat Warga Semarang Mengambilnya

Balap Liar di Semarang, Ratusan Pemuda Dipaksa Menuntun Motor Sejauh Dua Kilometer

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved