Teror Virus Corona

Pemerintah Pastikan Dana Calon Jemaah Haji Aman dan Tidak Digunakan untuk Penanganan Virus Corona

Para calon jemaah haji khawatir karena dengan kondisi pandemi corona, kejelasan pelaksanaan ibadah haji masih abu-abu.

Editor: Rival Almanaf
Kementerian Agama RI
Ilustrasi haji 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Para calon jemaah-haji' title=' jemaah haji'> jemaah haji khawatir karena dengan kondisi pandemi corona, kejelasan pelaksanaan ibadah haji masih abu-abu.

Calon jemaah juga diwajibkan tetap melunasi biaya di tengah kondisi yang tidak pasti.

Rasa khawatir dana yang terkumpul tidak bisa diambil tentunya tertanam di benak tiap calon jemaah.

Meski demikian Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto memastikan dana calon jemaah-haji' title=' jemaah haji'> jemaah haji tidak akan dipakai untuk penanganan virus corona.

Konsumsi BBM Pertamina Capai Titik Terendah dalam Sejarah Karena Virus Corona, Akankah Turun Harga?

Viral Penculik di Palembang Kirim Gambar Penyiksaan Lewat Ponsel Korban,

Pria yang Doakan Tenaga Medis Jadi Korban Corona di Facebook, Diringkus Berkat Selfie Bareng Polisi

Perda Penanggulangan Virus Corona di Banyumas Efektif Pekan Depan, Simak Daftar Denda dan Sanksinya

Yandri menyebutkan, Badan Pengeloa Keuangan Haji (BPKH) dan Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) telah menyatakan uang calon jemaah-haji' title=' jemaah haji'> jemaah haji dalam kondisi aman.

"Kami tegaskan bahwa tidak benar dana para calon jamaah haji dipakai untuk penanggulangan wabah Covid-19, karena dana tersebut menjadi hak penuh para calon jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci," kata Yandri, Kamis (16/4/2020).

Terkait dengan skenario pelaksanaan ibadah haji tahun ini, ia berharap calon jemaah dapat berangkat ke Tanah Suci.

Kementerian Agama, kata Yandri, saat ini tetap melakukan persiapan pelaksanaan ibadah haji meski dengan beberapa penyesuaian.

"Mudah-mudahan wabah corona cepat bisa diatasi dan tidak mengganggu pelaksanaan ibadah haji," ucapnya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (15/4/2020), Kepala BPKH Anggito Abimanyu pun menyatakan bahwa seluruh uang pelunasan ibadah haji 2020 yang telah dibayarkan calon jemaah siap dikembalikan jika batal berangkat.

Anggito mengatakan total uang pelunasan ibadah haji 2020 senilai sekitar Rp 2,3 triliun.

"Kurang lebih ada Rp 2,3 triliun yang ada di kas BPKH dan siap dikembalikan. Ini uang yang siap dikembalikan jika pemerintah membatalkan," kata Anggito.

"Kami tidak dalam posisi menahan uang tersebut dan berkomitmen mengembalikannya segera setelah diputuskan demikian," tegasnya.

Selanjutnya, ia meluruskan bahwa peran BPKH dalam penanganan Covid-19 yaitu mengalokasikan dana kelolaan haji ke instrumen investasi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved