Minggu, 10 Mei 2026

Opini

Ketika Negara Kehilangan Realitasnya

Komoditasnya tetap sama, tetapi realitas fiskalnya berubah sesuai data yang diakui negara. Di sinilah paradoks “kaya tapi miskin”

Tayang:
Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/dok. pribadi
PENULIS - Iwan Gunawan | Peneliti Senior Nusantara Centre 

Organisasi internasional seperti OECD bahkan telah mengembangkan metodologi pengukuran aliran keuangan lintas negara berbasis manipulasi harga perdagangan.

Standar ini menunjukkan bahwa distorsi data bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan fenomena sistemik dalam ekonomi global.

OECD merupakan otoritas antar-pemerintah, sehingga metodologinya memiliki status resmi internasional sekaligus terbuka untuk pengujian publik.

Sektor ekstraktif seperti batu bara dan sawit menjadi arena sensitif karena nilai ekonominya sangat bergantung pada pengkodean informasi transaksi global.

Komoditasnya tetap sama, tetapi realitas fiskalnya berubah sesuai data yang diakui negara.

Di sinilah paradoks “kaya tapi miskin” menemukan bentuknya sebagai paradoks informasional.

Upaya pemerintah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi anomali perdagangan dapat dibaca sebagai langkah memulihkan korespondensi antara data dan kenyataan.

Baca juga: Bongkar Kasus Besar Narkoba, Kasatnarkoba Polres Kebumen dan 10 Anak Buahnya Diganjar Penghargaan

Namun teknologi hanya memperkuat kemampuan membaca realitas; ia tidak menggantikan integritas yang menjaganya. Stabilitas negara modern bergantung pada stabilitas arsitektur informasinya.

Dengan demikian, persoalan trade misinvoicing bukan hanya soal pajak atau ekspor, melainkan tentang kedaulatan atas makna data.

Negara yang kehilangan kendali atas struktur informasinya pada akhirnya kehilangan realitas ekonominya sendiri.

Dalam dunia yang semakin ditentukan oleh data, kesejahteraan publik tidak hanya bergantung pada apa yang dimiliki negara, tetapi pada bagaimana negara mengetahui dan mengakui apa yang dimilikinya.(*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved