Korupsi Pemkot Semarang
Mbak Ita Menangis Berkali-kali saat Bacakan Pledoi
Mantan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita, menangis saat membacakan nota pembelaan.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: rika irawati
Dalam poin ini, Ita menegaskan telah dididik sejak kecil secara mandiri.
Sebagai anak pertama dari lima bersaudara, Ita menyebut, telah mandiri sejak kecil.
"Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Saya anak pertama yang dididik sebagai orang yang mandiri," kata Mbak Ita di hadapan majelis hakim.
Baca juga: Mbak Ita Mengaku Tidak Tahu Suaminya Alwin Basri Simpan Uang dan Barang Mewah di Rumah Bukit Duta
Oleh karena itu, meskipun sudah berkeluarga tidak pernah meminta nafkah materi kepada suaminya, Alwin Basri, yang juga menjadi terdakwa dalam kasus yang sama.
"Saya membeli barang dengan uang hasil saya kerja," lanjutnya.
Lebih lanjut Ita mengatakan, pengelolaan keuangannya dan Alwin Basri terpisah.
”Saya tidak pernah tahu rekening suami saya, PIN hp,” kata Ita.
“Bahkan uang yang dipegang atau disimpan suami (saya juga tidak tahu—Red) karena ruang kerja selalu terkunci dan terkunci dibawa oleh suami. Karena, latar belakang kehidupan saya dan suami berbeda," lanjutnya.
Dalam nota pembelaannya, Ita juga mengulik soal keberhasilannya menjadi wali kota dengan berbagai capaian.
Dia antara lain menyebut soal kemiskinan ekstrem yang mencapai nol persen, penurunan stunting yang drastis, urban framing, ketahanan pangan, serta penanganan banjir dan rob hingga infrastruktur.
"Ada 60 penghargaan yang saya terima dari tahun 2023-2024 baik nasional dan internasional,” kata Ita.
“Bukan saya mau menepuk dada, tapi saya ingin menunjukkan pengabdian kepada negara," sambungnya. (iwn)
Artikel ini tayang di Tribun Jateng cetak edisi Kamis, 7 Agustus 2025.
| Warga Jateng Diminta Waspada Cacing Hati saat Iduladha: Hewan Terlihat Kurus dan Kulit Layu |
|
|---|
| Polresta Banyumas Tindak 194 Kendaraan Selama Mei 2026: Balap Liar dan Knalpot Brong Masih Jadi PR |
|
|---|
| Demam Piala Dunia 2026 Mulai Terasa, di Semarang Jersey Timnas Favorit Sulit Dicari |
|
|---|
| Bagikan Daging Pakai Besek dan Daun Jati, Wonosobo Larang Plastik |
|
|---|
| Tambah Kereta Eksekutif, Daop 5 Guyur 1.650 Kursi dari Cilacap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/30072025-mbak-ita-jalani-sidang-tuntutan-di-pengadilan-tipikor-semarang.jpg)