Berita Banyumas
Sikap Arogan Juru Parkir di Purwokerto Dikeluhkan Warga, Ketua DPRD Banyumas Minta Jukir Diawasi
Praktik parkir liar dan pungutan yang tidak resmi menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Praktik parkir liar dan pungutan yang tidak resmi di Kabupaten Banyumas menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan.
Kini, muncul keluhan soal parkir di Purwokerto, terutama terkait sikap juru parkir yang arogan.
Sikap arogan itu membuat sejumlah warga dan pendatang merasa geram dan tak nyaman.
Sebut misalnya seorang mahasiswi pendatang di Purwokerto, Bella (21).
Ia mengaku sempat mengalami culture shock saat pertama kali membayar parkir.
"Masa aku ngasih parkir Rp 1.000 marah tukang parkirnya. Kaget banget datang ke Purwokerto, di mana-mana harus bayar parkir.
Aku yang anak kost harus banget bawa uang receh tiap hari," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (3/7/2025).
Hal serupa juga dirasakan Firman Taruna Nugraha (25), warga asli Purwokerto.
Ia membandingkan situasi saat ini dengan beberapa tahun lalu. "Dulu aku masih mengalami masa-masa Alfamart atau Indomart itu tidak ada yang narik parkir. Sekarang mah entah apa, lebih baik belanja online daripada uangnya habis buat parkir dimana-mana," tuturnya.
Diza Putri (24), warga lainnya, bahkan menyebut ada titik parkir yang membuatnya enggan kembali datang.
"Di Momoyo Kebon Dalem Purwokerto, depan Benang Raja. Dikasih seribu, tukang parkir jawabnya 'maning maning aja kya kie.' Akhirnya aku jawab juga 'maning maning tidak kesini lagi'," ujarnya kesal.
Baca juga: Kisah Pelajar Asal Grobogan Muhammad Rasya Wakili Jateng di Paskibraka Nasional 2025
Menurutnya, tak masuk akal apabila pengunjung sudah belanja tetap harus bayar parkir dengan nada memaksa.
Potensi Parkir
Ketua DPRD Banyumas, Subagyo, mengungkap potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir tepi jalan bisa mencapai Rp23 miliar per tahun.
Jumlah itu diperoleh dari perhitungan jumlah juru parkir yang saat ini mencapai 1.545 orang.
Ortu Lapor Dugaan Pungli SDN di Cilacap: Bayar LKS & Infaq Disuruh Transfer ke Rekening Pribadi Guru |
![]() |
---|
Sistem Antrean Cetak KTP di Cilacap Dinilai Tak Masuk Akal, Disdukcapil Akui Ada Masalah |
![]() |
---|
HUT Ke-79 BNI: Perjalanan Transformasi dari ORI hingga Era Digital |
![]() |
---|
Isi Liburan, Anak-anak di Panembangan Banyumas Kunjungi Dapur Produksi Sriping Pisang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.