Berita Banyumas

Sikap Arogan Juru Parkir di Purwokerto Dikeluhkan Warga, Ketua DPRD Banyumas Minta Jukir Diawasi

Praktik parkir liar dan pungutan yang tidak resmi menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
TRIBUNNEWS
ILUSTRASI PARKIR LIAR: Warga Banyumas keluhkan juru parkir yang menaikkan tarif, bahkan kadang juga arogan. 

"Jika tiap juru parkir setor Rp10.000 per hari lewat QRIS ke rekening Pemda, seharusnya itu setara Rp15 juta per hari atau Rp5,4 miliar setahun. 

Tapi kalau mereka bisa meraup hingga Rp100 ribu per hari, artinya sisanya masih banyak, sekitar Rp90 ribu per jukir per hari tidak tercatat," kata Subagyo (2/7/2025).

Pemerintah Kabupaten Banyumas sendiri menargetkan pendapatan dari sektor parkir sebesar Rp5 miliar.

Angka yang masih jauh dari potensi maksimal.

Praktik parkir liar dan pungutan yang tidak resmi menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan. 

QRIS yang semestinya menjadi alat kontrol transparansi belum sepenuhnya berjalan efektif di lapangan.

Subagyo mendorong penguatan pengawasan dan penertiban terhadap jukir yang tidak patuh.

Warga berharap pemerintah daerah tak hanya mengejar target PAD, tapi juga memperbaiki kualitas pelayanan parkir. 

Tarif yang wajar, pelayanan yang ramah, serta kepastian sistem pembayaran menjadi kebutuhan dasar di ruang publik.

"Kita ini bukan masalah bayar, tapi soal perlakuan dan kejelasan. Masa belanja aja harus bayar parkir seenaknya, padahal tempat itu seharusnya tanggung jawab pengelola," ujar Diza. (jti) 

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved