Berita Purbalingga
Adik Ipar Ganjar Pranowo Zaini Makarim Dituntut 5,5 Tahun Penjara. Kasus Jembatan Merah Purbalingga
Adik ipar mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Zaini Makarim, dituntut hukuman 5,5 tahun penjara kasus Jembatan Merah Purbalingga.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Zaini Makarim Supriyanto, adik ipar mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dituntut hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.
Zaini terseret kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Merah Purbalingga.
Sidang pembacaan tuntutan itu berlangsung di Ruang Persidangan Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (2/7/2025).
Dalam kasus ini, ada lima terdakwa yang menjalani sidang secara bersamaan.
Dala proyek pembangunan Jembatan Merah Purbalbingga di atas Sungai Gintung, Zaini merupakan konsultan pengawas.
Proyek tersebut dikerjakan tahun 2017 dan 2018.
Baca juga: Eksepsi Kasus Jembatan Merah Purbalingga, Adik Ipar Ganjar Zaini Makarim Bantah Terlibat
Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai, Zaini menghambat pembangunan proyek dengan membangun jembatan tak sesuai kontrak sehingga tidak berfungsi maksimal.
Akibatnya, merugikan negara hingga Rp2,2 miliar.
"Kami menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Zaini Makarim Supriyanto penjara selama lima tahun enam bulan, dikurangi masa tahanan," kata JPU Kejati Jateng Bagus Suteja, membacakan tuntutan.
Zaini yang juga mantan calon wakil bupati Purbalingga itu juga dituntut denda Rp600 juta subsider 6 bulan penjara.
"Hal memberatkan akibat perbuatan terdakwa (Zaini), mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp2,2 miliar," jelas Jaksa Bagus.
Sebaliknya, pertimbangan yang meringankan, di antaranya Zaini dianggap bersikap sopan di persidangan dan belum pernah dihukum.
Bagus melanjutkan, perbuatan terdakwa terbukti sebagaimana Pasal 2 ayat (1) Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi No 20 Tahun 1999.
Empat terdakwa lain adalah Donny Eriawan selaku pelaksana proyek, Setyadi dan Priyo Satmoko yang merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purbalingga tahun 2017-2018, serta konsultan pengawas Imam Subagio.
Kepada keempatnya, JPU menuntut hakim menghukum dengan hukuman bervariasi.
Tuntutan paling tinggi dimintakan untuk terdakwa Donny Eriawan, dengan tuntutan pidana penjara selama 12 tahun 6 bulan penjara dikurangi selama masa tahanan.
Selain itu, Donny juga dituntut membayar denda Rp600 juta subsider 6 bulan penjara.
Sebab, Donny merugikan negara mencapai Rp13,3 miliar.
Baca juga: Sosok Zaini Makarim Adik Ipar Ganjar Pranowo yang Jadi Terdakwa Kasus Jembatan Merah Purbalingga
Dia pun dibebani membayar uang pengganti (UP).
Semisal terdakwa Donny tidak mampu membayar uang pengganti sebesar Rp13,3 miliar maka harta benda disita untuk menutupi kerugian.
"Apabila harta benda tidak mencukupi maka diganti pidana kurungan selama 7 tahun penjara," jelas Jaksa Bagus.
Selanjutnya, terdakwa Setyadi dituntut hukuman selama 7 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider 6 bulan bui.
Setyadi disebut merugikan negara sebesar Rp11 miliar.
"Terdakwa tidak dihukum membayar uang pengganti (UP) karena tidak menikmati hasil," jelasnya.
Sementara, terdakwa Priyo Satmoko, mantan Kepala DPUPR Purbalingga tahun 2018, dituntut pidana penjara 6 tahun dan denda Rp600 juta subsider 6 bulan penjara.
Adapun terdakwa Imam Subagio, tercatat merugikan negara Rp11 miliar.
Dia juga tidak dihukum bayar uang pengganti.
"Terdakwa (Imam Subagio) dituntut hukuman pidana penjara selama 6 tahun dikurangi masa pidana yang telah dijalani," ucap jaksa Bagus.
Selepas pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Insyirah mempersilahkan terdakwa dan penasihat hukumnya untuk mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.
Disambut Tangis Keluarga
Seusai sidang pembacaan tuntutan, kelima terdakwa yang hendak keluar dari ruang persidangan disambut tangis keluarga.
Keluarga yang mengikuti jalannya persidangan langsung menghampiri para terdakwa sebelum mereka keluar dari ruang persidangan. Termasuk, keluarga Zaini.
Tangis mereka pun pecah. Sambil berpelukan dan tanpa kata, mereka berusaha saling menguatkan. (*)
Viral, Jalan Baru Diaspal di Kedungjati Purbalingga Ditumbuhi Rumput Teki. Begini Penjelasan Desa |
![]() |
---|
Kurir Sabu Asal Kalimanah Purbalingga Diamankan Polisi saat Antarkan Paket ke Desa Klapasawit |
![]() |
---|
Aneh Usai Direnovasi Pasar Bojong Purbalingga Justru Sepi, Nasib Pedagang Kian Tragis |
![]() |
---|
Pagi Berawan Siang Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca di Purbalingga Hari Ini |
![]() |
---|
Kronologi Seorang Anak di Bobotsari Purbalingga Bakar Rumah Orangtuanya, Kesal Tak Diberi Uang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.