Berita Banyumas

Ironi Bansos di Banyumas: Lansia Didepak, Oknum Pegawai Kelurahan Diduga Menikmati

Warga Banyumas mengeluhkan bansos salah sasaran. Lansia tak mampu dicoret, sementara oknum pegawai kelurahan diduga malah menerima bantuan.

|
Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNNEWS
WARGA MENGAMBIL BANSOS: Warga Banyumas mengeluhkan bansos salah sasaran. Lansia tak mampu dicoret, sementara oknum pegawai kelurahan diduga malah menerima bantuan. Dinsos didesak bertindak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Keadilan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Banyumas kembali dipertanyakan.

Sebuah suara keprihatinan dari warga RT 03 RW 09, Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, pada Sabtu (21/6/2025), menyorot sebuah ironi yang menyakitkan: saat lansia yang renta disingkirkan, bantuan justru diduga dinikmati oleh mereka yang tak berhak.

Laporan warga tersebut menguliti dugaan carut-marut dalam proses pemutakhiran data penerima bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Baca juga: Lagi Hamil & Tak Punya Rumah, Bantuan PKH Disetop, Warga Banyumas: yang Punya Sawah Malah Dapat

Logika seolah terbalik, di mana warga lanjut usia yang sudah tidak produktif dan tak lagi bisa mencari nafkah, namanya justru terlempar dari daftar penerima.

"Di tempat kami, banyak manula yang sudah tidak bisa bekerja malah dicoret dari daftar bantuan," ungkap pelapor.

Kondisi ini terasa semakin janggal ketika dibandingkan dengan fakta di lapangan.

Menurutnya, ada penerima lain yang usianya jauh lebih muda, masih produktif, dan dinilai lebih mampu secara ekonomi, namun anehnya nama mereka tetap aman dalam daftar penerima bantuan.

Puncak dari kejanggalan ini adalah sebuah tudingan serius yang dialamatkan kepada aparatur pemerintah tingkat bawah.

Pelapor menyebut ada indikasi kuat salah satu penerima bantuan justru merupakan seorang pegawai kelurahan setempat.

"Termasuk ada pegawai kelurahan yang mendapat bantuan," tegasnya.

Temuan ini sontak menimbulkan keraguan besar terhadap integritas dan akurasi proses verifikasi data yang selama ini dijalankan.

Atas dasar serangkaian kejanggalan tersebut, warga memohon dengan sangat agar pihak berwenang segera melakukan peninjauan kembali dan audit menyeluruh terhadap data penerima di wilayah mereka.

Harapannya, bantuan dapat kembali ke tujuan mulianya, yakni menopang hidup mereka yang paling membutuhkan.

Bansos Ibu Hamil Dicoret

Keluhan serupa dilaporkan seorang ibu hamil. 

Di saat perutnya semakin membesar, seorang ibu hamil di Kabupaten Banyumas justru harus menelan pil pahit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved