Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banyumas

Lagi Hamil & Tak Punya Rumah, Bantuan PKH Disetop, Warga Banyumas: yang Punya Sawah Malah Dapat

Seorang ibu hamil di Banyumas diputus dari bantuan PKH, sementara ia melihat warga yang lebih mampu masih menerima. Ia mempertanyakan keadilan data.

Tayang:
Penulis: daniel a | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNNEWS
PKH WANITA HAMIL: Ilustrasi wanita hamil. Seorang ibu hamil di Banyumas diputus dari bantuan PKH, sementara ia melihat warga yang lebih mampu masih menerima. Ia mempertanyakan keadilan data. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Seorang ibu yang tengah hamil di Kabupaten Banyumas menyuarakan protesnya setelah ia tiba-tiba dikeluarkan dari daftar penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Melalui aduan publik pada Rabu (18/6/2025), ia mempertanyakan dasar keputusan tersebut karena merasa kondisi ekonominya masih sangat layak untuk dibantu.

Ia mengaku bahwa mulai bulan ini, bantuan yang biasa ia terima dihentikan dengan alasan dirinya sudah tidak berhak lagi menjadi penerima manfaat.

Baca juga: Sudah Dapat PKH, Tapi Ditolak Jalur Afirmasi, Siswa Banyumas Bingung Status DTKS Belum Valid

Bantuan Tiba-tiba Disetop

Ibu tersebut memaparkan kondisi keluarganya saat ini untuk menunjukkan bahwa keputusan tersebut tidak tepat.

Ia mengaku sedang hamil, masih memiliki dua anak kecil yang membutuhkan biaya sekolah, dan bahkan belum memiliki rumah sendiri.

"Padahal saya lagi hamil dan mempunyai 2 anak lagi, rumah saja saya blom punya, anak masih kecil-kecil dan masih membutuhkan biyaya buat sekolah," tulisnya dalam aduan tersebut.

Kekecewaannya memuncak saat ia membandingkan kondisinya dengan penerima bantuan lain di lingkungannya yang ia nilai jauh lebih mampu secara ekonomi.

Menurut pengamatannya, banyak penerima lain yang secara fisik terlihat lebih sejahtera, namun anehnya masih terus mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

"Berbanding balik dengan yang lain rumah pada bagus-bagus, emas pada pake, punya tanah, punya sawah pada masih menerima," ungkapnya.

Kondisi kontras inilah yang membuatnya memberanikan diri untuk bersuara dan mempertanyakan rasa keadilan dalam penyaluran bantuan.

"Apakah adilll...????? Mohon bantuanya pemerintah Banyumas," tutupnya, memohon agar ada peninjauan kembali atas kasusnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari dinas terkait mengenai pengaduan tentang dugaan bantuan sosial yang salah sasaran ini.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved