Penembakan di Rest Area Tol Tangerang

Polisi Bantah Tolak Permintaan Pendampingan Korban Penembakan: Bukan Menolak tapi Tidak Mau Gegabah

Saat pengejaran, korban sempat meminta bantuan Polsek Cinangka untuk pendampingan. Namun, menurut korban, permintaan tersebut ditolak.

Editor: Rustam Aji
Intan Afrida Rafni/kompas.com
KORBAN PENEMBAKAN - Jenazah Ilyas Abdurrahman, korban penembakan di Rest Area KM 45 Tangerang-Merak, tiba di rumah duka. 

Sebelum kejadian, Agam mendatangi Polsek Cinangka untuk meminta bantuan karena mengetahui pelaku membawa senjata api.

Namun, petugas di Polsek menolak memberikan pendampingan.

"Saya bilang ke petugas di Polsek, 'buat apa bertugas? Ini untuk mendampingi saya kok enggak mau'," keluh Agam.

Setelah itu, petugas tersebut menghubungi atasannya, dan hasil dari percakapan dengan Kapolsek, ternyata Polsek pun menolak memberikan pendampingan.

"Hasil dari telepon ke Kapolsek ternyata Polsek pun tidak mau untuk pendampingan," sambung Agam.

Masih diselidiki Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai identitas pelaku.

Penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rincian kejadian, termasuk motif dalam aksi tersebut. 

“Kami sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku,” ujar Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa, saat dikonfirmasi. 

"Kami belum bisa pastikan berapa orangnya. Yang jelas, diduga pelaku ini yang melakukan penembakan menggunakan kendaraan mobil, mobil jenis SUV," kata Purbawa. (kompas.com/Intan Afrida Rafni)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Oknum TNI, Senjata, dan Mobil Sewa dalam Penembakan Tol Tangerang-Merak..." dan judul "Bantahan Polisi soal Pendampingan Korban Penembakan: Bukan Menolak tapi Tidak Mau Gegabah"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved