Penembakan di Rest Area Tol Tangerang
Dalam 3 Hari, Mobil Milik Bos Rental yang Digelapkan 4 Kali Pindah Tangan, Polisi Buru Otak Pelaku
Polisi masih mengembangkan kasus penggelapan mobil hingga berbuntut tewasnya bos rental bernama Ilyas Abdurrahman (48)
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANTEN - Mobil Honda Brio milik Ilyas Abdurahman, yang jadi fokus persoalan dan berujung pada tewasnya Ilyas Abdurahman karena ditembak saat mengejar pemakai mobil tersebut di rest area Km 45 Tol Merak-Tangerang, Kamis (2/1/2025) dini hari, ternyata sudah berpindah tangan hingga 4 kali.
Hal itu disampaikan Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto dalam keteranganya, Selasa (7/1/2025).
Menurutnya, mobil Honda Brio milik Ilyas Abdurahman sudah empat kali berpindah tangan dalam 3 hari sebelum akhirnya dibeli oknum TNI AL Sertu AA hingga berujung penembakan di Rest Area KM 54 Tol Tangerang-Merak.
Dari penyidikan sementara, terdapat empat orang tersangka yang merupakan warga sipil. Dua orang bernama Ajat Supriatna alias AS dan IS sudah ditangkap. Sementara, dua orang lainnya berinisial IH dan SH masih buron.
Baca juga: Awal Mula Pengejaran hingga Terjadi Penembakan, Korban Curiga Penyewa Mobil Blokir Kontak
IH sendiri ternyata merupakan otak dari penggelapan yang berujung tewasnya pemilik mobil Honda Brio warna orange bernomor polisi B 2694 KZO tersebut.
"IH (DPO) berperan sebagai orang yang menyuruh Tsk AS untuk melakukan penggelapan mobil dengan cara melakukan sewa kendaraan di Makmur Jaya Rental Mobil dan juga orang yang menyiapkan KTP dan Kartu Keluarga palsu atas nama AS untuk dijadikan sebagai syarat dokumen penyewa kendaraan dan juga orang yang menjual mobil honda brio kepada Sdr. RH (DPO)" kata Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto dalam keteranganya, Selasa (7/1/2025).
Alur Perpindahan Mobil
Suyudi pun menjelaskan alur perpindahan mobil milik korban yang digelapkan tersebut.
Awalnya, tersangka Ajat Supriatna yang menyewa mobil tersebut dari CV Makmur Raya yang berlokasi di Taman Raya Rajeg Blok I, Desa Mekar Sari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Di sana, Ajat ternyata menggunakan data-data seperti KTP dan Kartu Keluarga palsu untuk menyewa mobil tersebut.
"AS ini menyerahkan (mobil) kepada saudara IH yang masih DPO," ucap Suyudi.
Selanjutnya, IH ini menjual mobil ke tersangka RH yang kini masih buron seharga Rp23 juta. Lalu, RH kembali menjual mobil tersebut kepada tersangka IS dengan harga Rp33 juta.
Baca juga: Penembakan Tragis di Rest Area Tol Tangerang-Merak, Korban Sebut Pelaku Mengaku Anggota TNI AU
"Kemudian, dari IS, kendaraan tersebut kembali dijual kepada AA, oknum TNI AL, melalui perantara SY dengan harga Rp40 juta," ucapnya.
Hingga akhirnya, korban bersama anak dan rekan-rekannya mencari mobil tersebut karena sejumlah GPS yang terpasang di mobil tersebut dinonaktifkan.
Berbekal satu GPS yang masih aktif, mereka mengikuti pergerakan kendaraan yang sempat berpindah lokasi di sekitaran Pandeglang, hingga akhirnya terdeteksi di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak.
Tembak Bos Rental, Dua Prajurit TNI AL Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana dan Penadahan |
![]() |
---|
Oknum Anggota TNI AL Tembak Ilyas Merasa Dikeroyok, Anak Korban: Padahal Kita Ngomong Baik-baik |
![]() |
---|
Petugas Piket dan Kapolsek Cinangka Dinyatakan Bersalah, Sanksi Terberat Bisa PTDH |
![]() |
---|
3 Anggota TNI AL Terlibat Penembakan Bos Rental Mobil Jadi Tersangka, Sudah Ditahan |
![]() |
---|
Korban Sempat Melapor ke Polisi, Negara Diminta Ikut Tanggung Jawab Atas Tewasnya Bos Rental Mobil |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.