Penembakan di Rest Area Tol Tangerang

Penembakan Tragis di Rest Area Tol Tangerang-Merak, Korban Sebut Pelaku Mengaku Anggota TNI AU

"Dia bilang, 'siapa lo? Saya dari anggota TNI AU nih, awas (minggir) enggak lo!', sambil nodong senjata," kata Agam Muhammad Nasrudin, anak korban.

Editor: Rustam Aji
UNSPLASH/MAX KLEINEN
Ilustrasi penggunaan senjata api. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Heboh, kasus penembakan terjadi pada Selasa (2/1/2025) pukul 04.30 WIB di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak arah Jakarta.

Korban tewas, Ilyas Abdurrahman (48), tertembak di dada, sementara korban lainnya, R (59), terluka di bagian bahu. 

Kasus penembakan di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak ini menjadi sorotan publik.

"Kedua korban keluar dari dalam mobil sebelum terjadi penembakan," ungkap Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa, saat dikonfirmasi, Rabu.

Menurut Ipda Purbawa, insiden ini bermula saat korban mengejar mobil Brio yang disewakan kepada pelaku. 

Di tengah pengejaran, muncul mobil Sigra hitam yang menabrakkan diri ke kendaraan korban, memicu kekacauan.

Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi, Saat Penembakan Jarak Aipda Robig dengan Dua Korban Hanya 2,10 Meter

Siapa yang diduga terlibat? 

Salah satu pelaku mengaku sebagai anggota TNI AU saat menodongkan senjata.

"Dia bilang, 'siapa lo? Saya dari anggota TNI AU nih, awas (minggir) enggak lo!', sambil nodong senjata," kata Agam Muhammad Nasrudin, anak korban. 

Pelaku diduga menggunakan dua mobil, Brio dan Sigra, untuk melarikan diri.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas pelaku melalui rekaman CCTV.

Apa motif di balik kejadian ini? Motif awal diduga terkait penyewaan mobil. Pelaku menyewa Brio sejak 31 Desember 2024 dan mencopot dua dari tiga perangkat GPS yang terpasang di mobil tersebut.

"Si Ajat ini sewa Brio tiga hari, dari tanggal 31 Desember-2 Januari. Waktu hari pertama, kami cek GPS-nya, ternyata ada dua GPS yang sudah dipotong," jelas Agam.

Baca juga: Keluarga Korban Penembakan Polisi Temukan Kejanggalan dalam RDP Polrestabes Semarang dengan DPR

Agam mengatakan, dua GPS yang sebelumnya terpasang dicopot oleh penyewa di daerah Pandeglang, Banten. 

"Kami cek GPS-nya, ternyata ada dua GPS yang sudah dipotong di daerah Pandeglang, sehingga sisa satu GPS," kata Agam.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved