Berita Cilacap

Cilacap Mengalami Kekeringan Terparah di Wilayah Jateng, 6 Desa Butuh Pasokan Air Bersih

BPBD Jateng mengungkap, Kabupaten Cilacap mengalami kekeringan terparah dalam dua bulan terakhir. Ada enam desa terdampak dan butuh air bersih.

Editor: rika irawati
UNSPLASH/YODA ADAMAN
Ilustrasi kekeringan. BPBD Jateng mengungkap, Kabupaten Cilacap mengalami kekeringan terparah dalam dua bulan terakhir. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah (BPBD Jateng) mengungkap, Kabupaten Cilacap mengalami kekeringan terparah dalam dua bulan terakhir.

Total, ada enam desa terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.

Kabid Kebencanaan BPBD Jateng Muhammad Chomsul mengatakan, secara keseluruhan, ada empat wilayah di Jateng mengalami kekeringan sepanjang 24 Mei hingga 19 Juni 2024.

Kondisi terparah terjadi di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Klaten.

Sedangkan dua daerah lain yang mengalami kekeringan adalah Kabupaten Semarang dan Pati.

Menurut Chomsul, di Klaten, ada lima desa terdampak kekeringan.

Baca juga: 2.261 Warga di Empat Desa di Cilacap Mulai Rasakan Kekeringan, BPBD Kirim 10 Tangki Air Bersih

Sementara, di Semarang dan Pati, masing-masing satu desa mengalami kekeringan.

Untuk membantu warga di empat wilayah tersebut, BPBD Jateng telah menggelontorkan 332.000 liter air bersih.

"Total, kami mendistribusikan 332 ribu liter air bersih ke empat kabupaten/kota yang terdiri dari sembilan kecamatan dan 13 desa," ungkap Chomsul melalui pesan singkat, Kamis (20/6/2024).

Chomsul menjelaskan, alokasi terbanyak diberikan ke Kabupaten Klaten dengan total 240.000 liter air bersih.

Air tersebut didistribusikan ke lima desa terdampak.

Berikutnya, sebanyak 75.000 liter air bersih dikirim ke Cilacap untuk didistribusikan ke enam desa terdampak kekeringan.

Sementara, satu desa di Pati, memperoleh bantuan sebanyak 20.000 liter air bersih.

Baca juga: Terungkap Dari Sini Sumber Keuangan Parpol di Cilacap, PDIP Terima Rp 343 Juta

Dan, satu desa di Kabupaten Semarang mendapat 5.000 liter air bersih untuk menghadapi kekeringan.

"Distribusi air bersih ini didanai dari APBD kabupaten/kota," tambah Chomsul.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved