Berita Politik

Kepergian Maruarar Sirait Jadi 'Alarm' PDIP, Pengamat Politik: Jangan Sampai Terjadi Bedol Desa

Kepergian Maruarar 'Ara' Sirait dari PDIP dinilai pengamat politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam sebagai 'alarm' bagi partai tersebut.

Editor: rika irawati
Instagram @maruararsirait
Politisi PDIP Maruarar Sirait bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden, Jakarta, Oktober 2023. Senin (15/1/2024), Maruarar Sirait menyatakan mundur dari PDIP karena mengikuti jejak langkah Jokowi. 

Hasto mengatakan, dengan dikembalikannya KTA tersebut, Maruarar secara resmi berpisah dengan PDIP.

"DPP Partai telah menerima laporan dari Pak Utut Adianto bahwa Pak Ara Sirait (Maruarar) telah mengajukan pengunduran diri dengan menyerahkan KTA partai," kata Hasto dalam keterangannya.

Baca juga: Jokowi Absen di HUT PDIP, Peneliti Politik BRIN: Pecah Kongsi Luar Biasa

Hasto menjelaskan, partai politik (parpol) seperti PDIP memegang prinsip dapat menerima kader baru dan merelakan kader yang memilih meninggalkan partai.

Menurut Hasto, dua hal tersebut harus dijalankan parpol atas dasar sukarela.

"Menjadi anggota partai didasarkan pada prinsip kesukarelaan, demikian halnya untuk tidak menjadi anggota dapat mengajukan pengunduran diri," ujarnya.

Ikuti Jejak Jokowi

Sementara, Maruarar Sirait menyatakan mundur dari PDIP, Senin malam.

Hal ini disampaikan Maruarar seusai bertemu Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Utut Adianto dan Wakil Bendahara Umum PDIP Rudianto Tjen di kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam.

Mantan Ketua Taruna Merah Putih, organisasi sayap PDIP itu turut mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

"Sesudah saya berdoa dan berdiskusi dengan orang terdekat, teman-teman terdekat, saya memutuskan untuk pamit dari PDI Perjuangan," kata Maruarar kepada wartawan.

Baca juga: Wakil Presiden Maruf Amin Pose Salam Metal Tiga Jari di HUT PDIP, Jokowi Sengaja Tak Diundang

Maruarar mengaku, Jokowi menjadi alasan utamanya memilih angkat kaki dari PDIP.

Ia mundur dari PDIP karena mengikuti langkah Jokowi yang hingga kini masih mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

"Saya memilih untuk mengikuti langkah Pak Jokowi karena saya percaya, Pak Jokowi adalah pemimpin yang sangat didukung oleh rakyat Indonesia," tegas dia.

Meski begitu, dia berpesan agar kader lain PDIP tetap loyal kepada partai.

Ia tak ingin, kader lain mengikuti jejaknya karena tak loyal kepada partai.

"Saya mohon maaf. Saya mengajarkan kalian untuk loyal tetap bersama PDI Perjuangan tetapi izinkanlah dengan keterbatasan, saya pamit," katanya. (Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alarm "Bedol Desa" di Tubuh PDI-P Usai Maruarar Sirait Pilih Mundur".

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved