Kesehatan
Waspada! Bentuk Tahi Lalat Bisa Jadi Tanda Adanya Kanker Kulit, Begini Penjelasan Selengkapnya
Menurut dr. M. Yadi Permana Spesialis Bedah Onkologi (kanker) meminta masyarakat waspada pada bentuk dan bentuk tahi lalat untuk cegah risiko kanker
Penulis: Andra Prabasari | Editor: yayan isro roziki
TRIBUNBANYUMAS.COM - Setiap orang pasti memiliki tahi lalat pada setiap bagian tubuh seperti wajah, tangan, kaki, maupun bagian kulit tertutup lainya.
Pada umumnya sebagaian masyarakat menganggap bahwa keberadaan tahi lalat di tubuh bukanlah sesuatu yang berbahaya.
Namun dalam beberapa hal justru dengan adanya tahi lalat menjadi salah satu tanda munculnya kanker kulit.
Menurut dr. M. Yadi Permana Spesialis Bedah Onkologi (kanker) meminta masyarakat waspada pada bentuk dan bentuk tahi lalat untuk cegah risiko kanker kulit.
Ia menuturkan apabila tahi lalat makin besar dan menimbulkan gradasi warna kulit maka kemungkinan besar dapat memicu kanker kulit.
"Bagi masyarakat yang punya tahi lalat, perhatikan ukuran tahi lalat asimetri atau tidak, apabila disertai gatal segera periksa ke dokter" kata dr Yadi pada diskusi bersama Ikatan Dokter Indonesia yang diadakan secara daring pada Selasa (1/8/23).
Selain itu, jika tahi lalat mudah berdarah dan disertai gatal, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk ditangani agar risiko kanker kulit mengecil.
Berdasarkan data, kasus kanker kulit memang tidak manyak, dimana kasus kanker melanoma (menyerang sel melanosit yang memberi warna pada tubuh kita) secara global sebesar empat persen.
Sedangkan kanker non-melanoma (umumnya akibat benjolan), sebesar 90 persen, dan di Indonesia berdasarkan data Globocan tahun 2020, angka kematian yang disebabkan oleh kanker kulit non-melanoma sebesar 1,48 persen.
Meskipun kasus kematian karena kanker kulit di Indonesia sedikit, dr Yadi tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada.
Meningat Indonesia merupakan daerah tropis dengan paparan sinar ultra violet (UV) tinggi dari matahari yang dapat memicu kanker kulit.
Makadari itu masyarakat diwajibkan untuk teratur mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan E dan selalu memakai tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Selain mengonsumsi vitamin untuk kesehatan kulit, memakai tabir surya juga penting, dengan maksimal SPF 50, dan diaplikasikan setiap dua atau tiga jam sekali" ungkap dr Yadi.
Jangan Panik! Ini Cara Hilangkan Pestisida pada Sayuran |
![]() |
---|
2 RS di Brebes Diputus Kerja Sama BPJS Kesehatan, Nasib Pasien? |
![]() |
---|
Ingin Terhindar dari Kanker Payudara, Begini Caranya |
![]() |
---|
Dokter Residen Curhat ke Menkes, Alami Perundungan Jadi Pembantu Pribadi Senior di RSUP Kariadi |
![]() |
---|
Mengapa Banyak Perempuan Pekerja Berhenti Menyusui? IDAI Ungkap Alasan Ini, Singgung soal Citra |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.