Berita Banyumas

Dinpertan Banyumas Dorong Anak Muda Jadi Petani: Tak Harus Punya Lahan, Ada Banyak Subsidi

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas mendorong anak muda di Kota Satria menjajaki dunia pertanian.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Jaka Budi S saat ditemui wartawan di Purwokerto, Senin (13/2/2023). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas mendorong anak muda di Kota Satria menjajaki dunia pertanian.

Kepala Dinpertan KP Banyumas Jaka Budi S menyatakan, untuk menjadi petani, tak harus memiliki lahan luas atau on farm tetapi menggunakan media lain berupa off farm.

Dorongan ini terus dilakukan Dinpertan lantaran regenerasi petani di Banyumas mulai mengkhawatirkan.

Jaka mencatat, usia rata-rata petani di Banyumas saat ini di atas 50 tahun.

Baca juga: Info Harga Sembako Kabupaten Banyumas, 1 Maret 2023: Harga-harga Nyaris Tak Berubah

Baca juga: Hore! Menara Pandang Purwokerto Dilewati Rute Trans Banyumas

Padahal, Jaka mengungkapkan, bidang pertanian cukup luas dan memiliki nilai pasar tinggi.

"Pertanian itu tak hanya tanaman pangan, tapi ada juga nonpangan semisal holtikultura berupa buah dan sayur musiman."

"Pola budi dayanya juga bisa organik, tanpa pupuk kimia, atau hidroponik menggunakan media air," jelas Jaka, Kamis (2/3/2023).

Untuk mendukung pertanian hidroponik ini, pihaknya juga menyiapkan bantuan berupa pupuk anorganik bersubsidi dari Kementrian Pertanian.

Dia pun menyayangkan jika bantuan ini tidak dimanfaatkan karena jumlah petani yang menurun.

"Subsidi di Banyumas itu sudah sampai ratusan miliar rupiah."

"Semakin hari, semakin tahun, (subsidi) dikurangi, artinya ini ancaman petani."

"Kalau sampai beli pupuk anorganik tidak disubsidi, harganya bisa dua kali lipat. Mahal. Petani rugi-rugi sehingga saya dorong (anak muda jadi petani," imbuhnya.

Baca juga: Nenek di Banyumas Aniaya Cucu Bayi 2 Tahun Karena Buang Air Besar di Celana

Baca juga: Pedagang Keripik Singkong Cantik Bergaya Rapper di Jalan Bung Karno Purwokerto Viral, Ini Sosoknya

Agar peminat petani muda semakin tinggi ia telah menyiapkan berbagai program dengan pihak Kementrian Pertanian.

"Kami ingin fasilitasi petani muda milenial dengan anggaran terbatas, memfasilitasi dan meyakinkan bahwa pertanian ini tidak ada matinya."

"Sepanjang belum kiamat, dunia ini membutuhkan pertanian, terutama pangan," ungkapnya. (*)

Baca juga: Calon Penumpang Kereta Api Kini Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin, Imbas Transformasi PeduliLindungi

Baca juga: Miris! Uang Puluhan Juta di Celengan Ludes Dimakan Rayap, Ketika Dibuka Isinya Tanah

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved