Berita Banyumas
Dinpertan Banyumas Dorong Anak Muda Jadi Petani: Tak Harus Punya Lahan, Ada Banyak Subsidi
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas mendorong anak muda di Kota Satria menjajaki dunia pertanian.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas mendorong anak muda di Kota Satria menjajaki dunia pertanian.
Kepala Dinpertan KP Banyumas Jaka Budi S menyatakan, untuk menjadi petani, tak harus memiliki lahan luas atau on farm tetapi menggunakan media lain berupa off farm.
Dorongan ini terus dilakukan Dinpertan lantaran regenerasi petani di Banyumas mulai mengkhawatirkan.
Jaka mencatat, usia rata-rata petani di Banyumas saat ini di atas 50 tahun.
Baca juga: Info Harga Sembako Kabupaten Banyumas, 1 Maret 2023: Harga-harga Nyaris Tak Berubah
Baca juga: Hore! Menara Pandang Purwokerto Dilewati Rute Trans Banyumas
Padahal, Jaka mengungkapkan, bidang pertanian cukup luas dan memiliki nilai pasar tinggi.
"Pertanian itu tak hanya tanaman pangan, tapi ada juga nonpangan semisal holtikultura berupa buah dan sayur musiman."
"Pola budi dayanya juga bisa organik, tanpa pupuk kimia, atau hidroponik menggunakan media air," jelas Jaka, Kamis (2/3/2023).
Untuk mendukung pertanian hidroponik ini, pihaknya juga menyiapkan bantuan berupa pupuk anorganik bersubsidi dari Kementrian Pertanian.
Dia pun menyayangkan jika bantuan ini tidak dimanfaatkan karena jumlah petani yang menurun.
"Subsidi di Banyumas itu sudah sampai ratusan miliar rupiah."
"Semakin hari, semakin tahun, (subsidi) dikurangi, artinya ini ancaman petani."
"Kalau sampai beli pupuk anorganik tidak disubsidi, harganya bisa dua kali lipat. Mahal. Petani rugi-rugi sehingga saya dorong (anak muda jadi petani," imbuhnya.
Baca juga: Nenek di Banyumas Aniaya Cucu Bayi 2 Tahun Karena Buang Air Besar di Celana
Baca juga: Pedagang Keripik Singkong Cantik Bergaya Rapper di Jalan Bung Karno Purwokerto Viral, Ini Sosoknya
Agar peminat petani muda semakin tinggi ia telah menyiapkan berbagai program dengan pihak Kementrian Pertanian.
"Kami ingin fasilitasi petani muda milenial dengan anggaran terbatas, memfasilitasi dan meyakinkan bahwa pertanian ini tidak ada matinya."
"Sepanjang belum kiamat, dunia ini membutuhkan pertanian, terutama pangan," ungkapnya. (*)
Baca juga: Calon Penumpang Kereta Api Kini Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin, Imbas Transformasi PeduliLindungi
Baca juga: Miris! Uang Puluhan Juta di Celengan Ludes Dimakan Rayap, Ketika Dibuka Isinya Tanah
dinpertan
Dinpertan KP Kabupaten Banyumas
petani muda
petani milenial
berita banyumas terkini
TribunBanyumas.com
Tribun Banyumas
Kecamatan Sokaraja Ditetapkan Jadi Sentra Kuliner Halal, Banyumas Kembangkan Wisata Syariah Terpadu |
![]() |
---|
Rincian Penghasilan Anggota DPRD Banyumas, Hampir 20 Kali Lipat Upah Buruh |
![]() |
---|
Tidak Anarkis, Massa di Banyumas Hanya Nyalakan Lilin untuk Menuntut Keadilan untuk Kematian Affan |
![]() |
---|
Di Purwokerto, Solidaritas untuk Affan: Serukan 'Bubarkan DPR' dan Hukum 'Polisi Pembunuh Ojol'! |
![]() |
---|
Driver Ojol dan Mahasiswa Nyalakan 1000 Lilin untuk Affan Kurniawan, Aksi Solidaritas dari Banyumas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.