UMK 2023

Lagi, Buruh Jepara Gelar Demo di Depan Kantor Bupati. Tak Puas Usulan UMK 2023 Hanya Naik 7,8 Persen

Ratusan buruh Jepara kembali menggelar demo di depan kantor bupati, menuntut UMK 2023 naik 10 persen.

TRIBUNBANYUMAS/YUNAN SETIAWAN
Buruh yang tergabung dalam FSPMI dan KASBI berdemontrasi di depan Kantor Bupati Jepara, Jumat (2/12/2022). Mereka menuntut kenaikan UMK 2023 sebesar 10 persen. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI) menggelar lagi demo di depan Kantor Bupati Jepara, Jumat (2/12/2022).

Dalam orasinya, Koordinator KASBI Jepara Raya Agus Priyanto meminta Pemerintah Kabupaten Jepara menaikkan UMK 2023 sesuai Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Upah Minimum 2023.

Dalam aturan tersebut diatur, kenaikan UMK tidak boleh melebihi 10 persen.

Namun, Agus meminta, Pemkab Jepara mengusulkan kenaikan UMK 2023 tidak di bawah 10 persen.

"Apabila tidak dipenuhi, kami akan bertahan di sini," kata Agus Priyanti di depan masa aksi.

Baca juga: Kawal Pembahasan UMK, Buruh Jepara Gelar Demo di Depan Kantor Bupati. Minta UMK Naik 12 Persen

Baca juga: Tak Perlu Urus Mandiri, PNS Jepara Langsung Dapat KTP dan KK Baru saat Pensiun Tiba

Demontrasi ini merespons hasil rapat pleno Dewan Pengupahan Kabupaten Jepara yang merekomendasikan kenaikan UMK 2023 sebesar 7,8 persen.

Rapat itu dilaksanakan pada Kamis (1/12/2022), kemarin.

Tidak puas dengan hasil itu, buruh menggelar aksi agar tuntutan mereka dipenuhi.

Agus meminta, Pemkab Jepara berpihak kepada para buruh.

Pasalnya, tanpa kenaikan upah, buruh sulit memenuhi kebutuhan.

Baca juga: Khilafatul Muslimin Jepara Masih Beraktivitas, 5 Anggotanya Diamankan Polisi

Baca juga: Pembuang Bayi Masih Hidup di Semak-semak Jepara Ditetapkan Tersangka, Apa Pasal yang Disangkakan?

Sebelumnya, menjelang rapat pleno Dewan Pengupahan Kabupaten Jepara, Kamis, FSPMI dan KASBI juga menggelar aksi di depan Kantor Bupati.

Dalam aksi itu, buruh meminta kenaikan UMK 2023 sebesar 12 persen.

Namun, setelah Dewan Pengupahan merekomendasikan kenaikan UMK 2023 sebesar 7,8 persen, buruh kembali menggelar aksi dan meminta rekomendasi usulan kenaikan UMK sesuai Permenaker Nomor 18 Tahun 2022, yakni tidak boleh di bawah 10 persen. (*)

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Semarang: Waspada Rob di Pesisir Utara saat Libur Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Sheila On 7 Bakal Manggung di GOR Satria Purwokerto, Berikut Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan

Baca juga: Ingin Nikmati Kereta Wisata di Museum Ambarawa saat Libur Nataru? Berikut Jadwal dan Harga Tiketnya

Baca juga: Razia Tempat Karaoke, Anggota Polres Kudus Temukan Pemandu di Bawah Umur dan Satu Dus Miras

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#UMK 2023
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved