OTT Rektor Unila

Tunggu Hasil Pemeriksaan KPK, Nasib Mahasiswa Baru Unila Lewat Jalur Suap Rektor Belum Diputuskan

Nasib mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) yang diterima setelah diduga menyuap Rektor Unila Karomani, belum diputuskan.

Editor: rika irawati
TRIBUNLAMPUNG/Dok Unila
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim melantik Prof Dr Karomani sebagai Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2019–2023 di Gedung Kemendikbud lantai 3 Jakarta, Senin (25/11/2019). Sabtu (20/8/2022), Rektor Unila Karomani terjaring OTT KPK di Bandung dalam kasus suap dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru 2022. 

TRIBUNBNAYUMAS.COM, LAMPUNG - Nasib mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) yang diterima setelah diduga menyuap Rektor Unila Karomani, belum diputuskan.

Pimpinan Unila bakal mendiskusikan nasib mereka dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) setelah mendapat kepastian jumlah mahasiswa penyuap dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami akan ikuti terus perkembangan kasus ini di KPK, jika sudah ada kepastian (jumlahnya), kami akan diskusikan dengan kementerian," kata Wakil Rektor (Warek) IV bidang Perencanaan Kerja sama dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Suharso dalam konferensi pers di Gedung Rektor Unila, Minggu (21/8/2022).

Baca juga: Rektor Unila Terjaring OTT KPK Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru. Uang Suap Jadi Deposit dan Emas

Baca juga: Bupati Pemalang Terkena OTT KPK, Pengamat Politik Unsoed Purwokerto: Alasan Balik Modal Paling Kuat

Suharso mengatakan, pascapenangkapan rektor Unila dan pejabat lain di kampus tersebut oleh KPK, aktivitas belajar mengajar akan tetap berjalan seperti biasa.

"Semua aktivitas belajar mengajar dan pelayanan dasar Unila tetap berjalan sebaik-baiknya," kata Suharso.

Sementara, terkait posisi jabatan rektorat dan dekan yang kini kosong lantaran pejabatnya ditangkap KPK, Suharso mengatakan, telah berkoordinasi dengan Kemendikbud Ristek.

"Berdasarkan hasil rapat, kemendikbud ristek akan menetapkan Plt (pelaksana tugas) rektor Unila," kata Suharso.

Begitu juga dengan jabatan Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang calon terpilihnya ikut ditangkap KPK, yakni M Basri.

Suharso mengatakan, untuk pengisian jabatan dekan FKIP ini akan menunggu hingga Plt rektor ditunjuk.

"Setelah plt rektor terbentuk, baru akan ambil langkah penunjukan plt dekan FKIP," kata Suharso.

Baca juga: Warga Kecewa Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK: Janji Perbaikan Jalan Belum Dipenuhi

Baca juga: Jadi Saksi, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Diperiksa KPK Terkait Aliran Uang Kasus TPPU Budhi Sarwono

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved