Berita Blora

Warga Lima Desa di Blora Bakal Direlokasi Tahun Ini, Terdampak Proyek Bendung Gerak Karangnongko

Warga di lima desa di Kabupaten Blora bakal direlokasi lantaran wilayah mereka terdampak proyek Bendung Gerak Karangnongko di Kecamatan Kradenan.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AHMAD MUSTAKIM
Bupati Blora Arief Rohman saat ditemui di Blora, Rabu (2/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Warga di lima desa di Kabupaten Blora bakal direlokasi lantaran wilayah mereka terdampak proyek Bendung Gerak Karangnongko di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Proses pembebasan lahan ditargetkan selesai tahun ini.

Hal ini disampaikan Bupati Blora Arief Rohman, Rabu (2/3/2022).

Arief mengaku telah menerima surat dari menteri sekretaris negera (mensesneg) terkait upaya penuntasan pembebasan lahan tersebut.

"Rencana, lahan masyarakat yang terdampak pembangunan akan dimintakan lahan pengganti di lahan KHDTK UGM, sekitar 300 hektar," jelasnya.

"Konspenya nanti, dipindah. Bedol desa. Perumahan dipindah dengan segala penunjang sesuai yang ada di sana," terang Arief.

Baca juga: Akan ada Bedol Desa untuk Pembangunan Waduk Karangnongko, Ini yang Disiapkan Bupati Blora

Baca juga: Cegah Banjir dan Kekeringan di Blora-Bojonegoro, Sungai Bengawan Solo akan Dibendung di Karangnongko

Baca juga: 28 Santri Ponpes di Blora Positif Covid-19

Baca juga: Posko Pengaduan Mulai Terima Aduan Dugaan Kecurangan Perades Blora, Dwi: 8 Laporan Sudah Masuk

Proyek nasional yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Kementerian PUPR ini bisa dimulai tahun depan.

"Harapannya, proyek ini nanti bisa berjalan sesuai harapan kita semua," harapnya.

Menurut Arief, jika proses pembebasan lahan selesai tahun ini, pembangunan bendung gerak bisa dilakukan tahun depan.

Lima desa di Kecamatan Kradenan yang bakal terdampak pembangunan Bendung Gerak Karangnongko adalah Desa Ngrawoh, Nginggil, Nglebak, Megeri, dan Mendenrejo.

"Kami ajak masyarakat untuk diskusi dan relokasi. Nanti jadi kawasan baru, baik perumahan yang dibangun oleh Dirjen Perumahan dan UGM," jelasnya.

"Konsep perumahan terkonsep. Lengkap seperti kondisi masyarakat yang ada seperti sekarang. Mulai kegiatan sosialnya seperti apa, penunjang kesehatan, tempat ibadah, perekonomiannya, termasuk air bersih, akses jalan dan lainnya," imbuh Arief.

Sebagai informasi, proyek Bendung Gerak Karangnongko telah ditetapkan menjadi proyek strategis nasional, tercantum dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2019.

Rencananya, proyek nasional Bendung Gerak Karangnongko ini akan membendung sungai Bengawan Solo, memisahkan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Blora; dengan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

Baca juga: Sidang Suap Bupati Nonaktit Banjarnegara, Saksi Ungkap Sopir Jadi Dirut Perusahaan Pelaksana Proyek

Baca juga: Pemkab Cilacap Gelar Operasi Minyak Goreng di Majenang, Warga Harus Bawa Kupon Khusus

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 2 Maret 2022: Rp 1.016.000 Per Gram

Baca juga: Pendaftaran Kepesertaan BPJS Kesehatan Bisa Dilakukan Secara Online, Ini Syaratnya

Ada sembilan pintu air yang bakal dibangun. Bendungan ini bakal mengaliri lahan seluas 1.747 hektare untuk Blora dan 5.203 hektare untuk Kabupaten Bojonegoro.

Selain itu, proyek nasional ini juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan air baku PDAM sekitar 2,15 juta meter kubik atau 100 liter per detik.

Sebenarnya, desain pekerjaan yang akan dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sudah jadi. Perhitungannya juga sudah selesai. Tinggal proses pembebasan lahan warga.

Bendung Gerak Karangnongko nantinya akan dibangun dengan tipe concrete gravity dengan anggarannya mencapai Rp 2,5 triliun. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved