Berita Blora

Cegah Banjir dan Kekeringan di Blora-Bojonegoro, Sungai Bengawan Solo akan Dibendung di Karangnongko

Bendung Karangnongko akan dibangun di perbatasan Blora-Bojonegoro. Proyek ini akan membendung Sungai Bengawan Solo.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Rombongan Bupati Bojonegoro dan Wakil Bupati Blora Arief Rohman meninjau lokasi yang bakal dibangun Bendung Gerak Karangnongko, Minggu (14/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Bendung Karangnongko akan dibangun di perbatasan Blora-Bojonegoro. Proyek ini akan membendung Sungai Bengawan Solo demi memenuhi kebutuhan air di kedua wilayah tersebut.

Terkait rencana pembangunan bendungan tersebut, Wakil Bupati Blora Arief Rohman dan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah sudah bertemu untuk berkoordinasi.

Keduanya juga telah meninjau wilayah yang bakal menjadi tempat dibangunnya bendungan, yakni di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

"Kami, bersama Mas Arief, Bupati Blora terpilih, sedang meninjau langsung persiapan lokasi pembangunan Bendung Karangnongko yang konon akan bisa mengendalikan harmonisasi air hingga sekitar 60 juta meter kubik. Untuk itu, nantinya, di wilayah Bojonegoro akan ada lahan yang harus dibebaskan, termasuk yang di Blora," ujar Anna Muawanah dalam keterangan tertulis, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Tak Lagi Pakai Perahu, Akses Blora-Bojonegoro Lewat Kradenan Kini Lebih Mudah Lewat Jembatan TBB

Baca juga: Tahun Ini Pemangkasan Anggaran di Blora Capai Rp 72 Miliar, Lancarkan Vaksinasi dan PPKM Mikro

Baca juga: Begini Cara Arief Rohman Kembangkan Peternakan Sapi di Blora, Gandeng PD Dharma Jaya Jakarta

Baca juga: Polisi Gerebek Gudang Palawija di Gabusan Blora, Jadi Tempat Penyimpanan Pupuk Bersubsidi

Sedangkan Arief Rohman menyampaikan, bersama Bojonegoro, pihaknya sudah lama punya mimpi membangun waduk lewat cara membendung Sungai Bengawan Solo agar wilayah Blora bagian selatan dan Bojonegoro, nantinya bisa lebih sejahtera dan tidak kesulitan air.

"Setelah mimpi Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora jadi kenyataan dan diresmikan bulan lalu, kini, kami bersama Bu Anna, senior saya sekaligus Ibu Pembangunan, ingin mewujudkan mimpi yang kedua, yakni waduk atau Bendung Karangnongko, kerja sama Bojonegoro, Blora, dan juga nanti dengan Ngawi," ujar Arief Rohman.

Arief melanjutkan, bendungan tersebut, nantinya, dapat dimanfaatkan tiga daerah yakni Blora, Bojonegoro, dan Ngawi.

Selain untuk untuk memenuhi kebutuhan air, waduk tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.

"Kemarin, kami lihat gambar perencanaannya, bagus sekali. Akan terhubung jembatan dari Ngelo Bojonegoro menuju Mendenrejo Blora," ujar Arief.

"Kami optimistis dan nanti, bersama-sama ke pemerintah pusat agar mimpi ini bisa terwujud," imbuhnya.

Anna Muawanah pun menambahkan bahwa ini merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah pusat terhadap aspirasi Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora.

"Jadi, nanti sinergitas pusat dan daerah. Karena setiap musim hujan, hulu jika airnya gembrojok maka kita yang di hilir kena banjirnya," kata Anna.

"Begitu juga saat musim kemarau, kami yang di hilir kehabisan air duluan padahal Bojonegoro dan Blora ini penyumbang migas 30 persen," imbuhnya.

"Sehingga, adanya bendungan atau waduk ini nantinya bisa harmonisasi akses ekonomi di sektor pertanian sehingga masyarakat tidak kekurangan air. Begitu kira-kita. Mohon doanya," tambah Anna Muawanah.

Baca juga: Alih Pemasaran, Mantan PSK Argorejo Semarang Tawarkan Diri secara Daring setelah Lokalisasi Ditutup

Baca juga: Akui Beraksi Sendiri, Begini Kondisi Terkini Pembunuh Dalang Rembang Anom Subekti dan Keluarga

Baca juga: Hati-hati, Hujan Petir Diperkirakan Melanda Purbalingga hingga Cilacap Malam Ini

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 15 Februari 2021 Rp 1.911.000 Per 2 Gram

Rencana pembangunan waduk ini telah ditetapkan menjadi proyek strategis nasional yang tercantum dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2019.

Proyek ini akan dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Dilansir dari laman sda.pu.go.id, Bendung Karangnongko rencananya dibangun dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 kilometer persegi serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta meter kubik.

Infrastruktur ini diproyeksikan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) dan DI Karangnongko kiri (Kabupaten Blora).

Pembangunan Bendung Karangnongko rencananya mulai dilaksanakan tahun 2021. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved