Berita Blora

Posko Pengaduan Mulai Terima Aduan Dugaan Kecurangan Perades Blora, Dwi: 8 Laporan Sudah Masuk

Posko aduan Kabupaten Blora telah menerima delapan berkas pengaduan dugaan kecurangan terkait seleksi perangkat desa (perades), sejak dibuka Senin.

Editor: rika irawati
TRIBUNJATENG/AHMAD MUSTAKIM
Posko pengaduan pelanggaran penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Kabupaten Blora di Dinas PMD Blora, Kamis (3/2/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Posko aduan Kabupaten Blora telah menerima delapan berkas pengaduan dugaan kecurangan terkait seleksi perangkat desa (perades), sejak dibuka Senin (31/1/2022).

"Ini, kemarin 2, hari ini 1. Total dengan yang sebelumnya 8 (aduan)," ucap Kepala Bidang Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD), Dwi Edy Setyawan, saat dihubungi lewat pesan WhatsApp, Kamis (3/2/2022).

Posko tersebut dibuka di Dinas PMD Blora, setelah demo peserta seleksi perades yang menduga ada kecurangan dalam proses seleksi.

Baca juga: Temukan Banyak Kejanggalan, Warga Blora Minta Hasil Tes Seleksi Perangkat Desa Dibatalkan

Baca juga: Khasanah Merasa Dicurangi, Dapat Nilai Tertinggi saat Seleksi Perades di Blora Tapi Tak Dilantik

Baca juga: Cari Perabot Rumah dari Kayu Jati? Datang Saja ke Sentra Jepon Blora, Harga Mulai Rp 20 Ribu

Di depan posko tersebut juga terpasang banner terkait tata cara pengaduan.

Termasuk, keterangan aduan diterima sebelum tanggal 25 Februari 2022.

"Sertakan identitas lengkap dan bukti dukungnya!!!," tulis dalam banner tersebut.

Sementara itu, Kepala Subbagian Bantuan Hukum Bagian Hukum Setda Blora Slamet Setiono mempersilakan peserta seleksi perades mengajukan pengaduan apabila merasa keberatan dengan proses seleksi yang diikuti.

Sebelumnya, seperti kasus Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, ada yang sudah mengajukan keberatan dan sudah direspon.

Slamet menuturkan, hal ini termasuk mendukung kebijakan Bupati Blora Arief Rohman yang kemarin membuka kanal pengaduan.

"Kami tanggapi sampai tanggal 25 Februari 2022. Nanti, kami akan jawab, yang sifatnya administrasi nanti kami tanggapi. Kalau yang pidana, akan kami salurkan ke aparat penegak hukum (APH)," terangnya.

Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, dari pengaduan ini akan langsung diterjunkan tim investigasi untuk meneliti dan mengecek terkait aduan tersebut.

"Pelapor bisa datang ke Dinas PMD dan akan dijamin kerahasiaan identitas pelapornya. Tentunya, harus disertai bukti-bukti permulaan yang cukup," ucap Bupati. (Ahmad Mustakim)

Baca juga: Pemkab Banjarnegara Sosialisasikan APBD 2022, Tahun Ini Kelola Dana Rp 2,1 Triliun

Baca juga: Pertahanan 2 Tahun Vicky Shu Penyanyi asal Cilacap Akhirnya Jebol: Silaturahmi Sama Om Covid

Baca juga: Fordi Jofe Purwokerto Banyumas Dukung Cak Imin Nyapres 2024: Energik dan Dekat Anak Muda

Baca juga: Korban Tewas Miras Oplosan di Jepara Masih Berjatuhan, Sudah 9 Orang Meregang Nyawa

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved