Berita Karanganyar
Tergusur Proyek Gedung Teater dan Perluasan Masjid Agung, 4 SD di Karanganyar Digabung
Empat SD di Karanganyar akan digabungkan atau regrouping. Penggabungan empat sekolah ini dilakukan sebagai dampak proyek gedung teater.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Empat SD di Karanganyar akan digabungkan atau regrouping. Penggabungan empat sekolah ini dilakukan sebagai dampak perluasan Masjid Agung Karanganyat dan rencana pembangunan gedung teater.
Empat SD yang akan digabung adalah SD Negeri 2 Jungke yang akan digabung dengan SD Negeri 1 Jungke dan SD Negeri 4 Karanganyar yang akan digabung dengan SD Negeri 1 Cangakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar Nurini Retno Hartati menyampaikan,
dulu memang ada rencana dari pemerintah pusat untuk melakukan regrouping karena kaitanya dengan alokasi anggaran BOS.
"Dulu, sesuai juknis peraturan BOS itu kan tidak mendapatkan alokasi anggaran kalau murid kurang dari 60 (siswa). Kan kita banyak sekali dulu, sekitar 40-an," katanya saat ditemui di Karanganyar, Jumat (28/1/2022).
Baca juga: Juliyatmono Rencanakan Masjid Agung Karanganyar Diresmikan Presiden Jokowi, Dijadwalkan Januari 2022
Baca juga: Desainnya Menyerupai Masjid di Madinah, Masjid Agung Karanganyar Mulai Dibangun Tahun Ini
Baca juga: Juliyatmono Yakin Baznas Karanganyar Bisa Kumpulkan Rp 22 Miliar, Target ZIS 2022 Rp 19,7 Miliar
Baca juga: Warga Bisa Hubungi 085234444466, Jika Ada Temuan Dugaan Mafia Tanah di Karanganyar
Dinas lantas melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat desa (OPD) terkait untuk persiapan regrouping.
Akan tetapi, berjalannya waktu, kementerian mengubah kebijakan dimana sekolah yang memiliki murid kurang dari 60 siswa masih mendapatkan alokasi anggaran BOS.
"Sehingga, kami tidak jadi regrouping. Tapi, Pak Bupati dawuh, kalau tidak jadi regrouping, saya menginginkan SD Negeri 2 Jungke digabung karena memang lahan mau dipakai pengembangan gedung teater dan sebagainya," ucapnya.
Nurini menuturkan, rencana penggabungan SD Negeri 2 Jungke dengan SD Negeri 1 Jungke pun telah dilakukan.
Bersama OPD terkait, pihaknya telah mengecek lapangan. Penggabungan ini juga dikomunikasikan dengan guru, orangtua dan wali murid.
Ada sekitar 100 anak dari sekolah tersebut yang akan dipindah.
Penempatan guru juga akan diatur melihat kebutuhan guru di sekolah lain.
"SK sudah turun. Ini segera (ditindaklanjuti). Nanti kami rapat OPD lagi, penentuan kapan pelaksanaannya," jelasnya.
Baca juga: Warga Bobosan Banyumas Diteror Bom Molotov. Dengan Suara Dor, Lihat Pecahan Botol Minuman dan Api
Baca juga: Polisi Minta Korban Pelecehan Seksual Petinggi Kampus di Jateng Lapor, Siap Gandeng LPSK
Baca juga: Pelatih Persiku Jr Kecewa, Antar Raih Runner Up Piala Soeratin 2022 Tapi Gaji Desember Belum Dibayar
Baca juga: PGRI Minta Pemerintah Evaluasi PTM Menyusul Meningkatnya Kasus Covid-19 akibat Omicron
Sementara itu, penggabungan SD Negeri 4 Karanganyar dengan SD Negeri 1 Cangakan dilakukan terkait perluasan Masjid Agung Jawa Tengah.
Rencananya, SD Negeri 4 Karanganyar akan ditempati siswa SLB Negeri Karanganyar yang tergusur proyek perluasan Masjid Agung Karanganyar.