Berita Jateng

Polisi Minta Korban Pelecehan Seksual Petinggi Kampus di Jateng Lapor, Siap Gandeng LPSK

Polda Jateng mendorong mahasiswa korban pelecehan seksual petinggi di satu perguruan tinggi (PT) di Jawa Tengah melapor kepada polisi.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS POLDA JATENG
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Al Qudusy 

TRIBUNBAYUMAS.COM, SEMARANG - Polda Jateng mendorong mahasiswa korban pelecehan seksual petinggi di satu perguruan tinggi (PT) di Jawa Tengah melapor kepada polisi.

Informasi yang didapat, ada lima mahasiswa yang mengaku menjadi korban.

Kasus dugaan pelecehan mahasiswa di satu PT di Jateng diungkap Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Kemdikbudristek mengaku tengah menangani kasus dugaan pelecehan seksual di satu kampus di Jateng dengan korban mahasiswa Bidikmisi.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan pihaknya juga berupaya menggandeng Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait penanganan kasus pelecehan seksual.

Polda Jateng pun telah bekroordinasi dengan tim pengawas Kemdikbudristek. Namun, dari informasi yang didapat, para korban belum berani melaporkan kasus ini ke polisi.

Baca juga: Pimpinan Perguruan Tinggi di Jateng Dilaporkan Lakukan Pelecehan, Korban Para Mahasiswa Bidik Misi

Baca juga: Viral di Twitter, Oknum Pengurus BEM Unsoed Purwokerto Banyumas Diduga Lakukan Pelecehan

Baca juga: Kasatreskrim Boyolali Dicopot, Diduga Lontarkan Ucapan Tak Sopan pada Pelapor Kasus Pelecehan

Kata Iqbal, pihak kampus telah berupaya menelusuri secara internal terkait beberapa mahasiswa yang diduga menjadi korban.

"Pengaduannya itu belum. Jadi, kemarin, dari Polda Jateng, sudah berkoordinasi dengan pengawas Dikti. Ternyata, sudah melakukan langkah, satu di antaranya menginterogasi ada beberapa yang merasa jadi korban pelecehan itu. Secara internal sudah lakukan itu," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis (27/1/2022).

Selain mendorong korban agar berani melapor, Polda Jawa Tengah juga berupaya menggandeng Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Kami mendorong mereka melaporkan (kasusnya), cuma persoalannya, korban takut melapor. Makanya, nanti, ke depan, kami akan menggandeng LPSK," ucap Iqbal.

Setelah korban melaporkan kasus dan dijamin perlindungannya, pihaknya akan segera melakukan tindakan hukum.

"Kalau LPSK sudah menjamin pelapor, karena ini masalahnya sensitif, jadi kalau nanti sudah menjamin dan sudah laporan, polisi akan melakukan tindakan," ujar Iqbal.

Iqbal menyebut, ada lima mahasiswa yang melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual, baik berupa pelecehan verbal maupun fisik.

"Jumlah korban kemarin hasil koordinasi dengan Dikti sudah ada lima orang. Secara internal (kampus) sudah interogasi mereka. Upaya kami mendorong mereka untuk berani melaporkan ke polisi," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Pelecehan Seksual dalam Kampus di Jateng, Polisi Minta Korban Melapor".

Baca juga: Pelatih Persiku Jr Kecewa, Antar Raih Runner Up Piala Soeratin 2022 Tapi Gaji Desember Belum Dibayar

Baca juga: PGRI Minta Pemerintah Evaluasi PTM Menyusul Meningkatnya Kasus Covid-19 akibat Omicron

Baca juga: Agen Tak Dapat Subsidi, Harga Minyak Goreng Curah di Kota Tegal Masih Tembus Rp 19.500 Per Liter

Baca juga: Tim Polda Jateng Hujani Mobil Komplotan Pencuri Minimarket dengan Peluru, Seorang Tertembak

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved