Berita Kebumen

Angka Kemiskinan di Kebumen Diklaim Turun Jadi 6,03%, Bupati Berharap Kemiskinan Ikut Turun

Angka pengangguran terbuka di Kebumen diklaim menurun pada tahun 2021 menjadi 6,03 persen.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB KEBUMEN
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di Kebumen, Rabu (1/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Angka pengangguran terbuka di Kebumen diklaim menurun pada tahun 2021 menjadi 6,03 persen.

Sementara, pada tahun 2020, angka pengangguran terbuka tercatat sebesar 6,07 persen.

Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kebumen terus meningkat menjadi 70,05 pada tahun 2021.

"Capaian indikator makro ini sudah seharusnya berdampak pada penurunan angka kemiskinan," kata Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Kamis (27/1/2022).

Baca juga: Warga Kutowinangun Kebumen Ditemukan Tewas saat Perbaiki Atap, Sempat Mengeluh Sakit Kepala

Baca juga: Bambang Cahyono Jadi Kasubbag Kantor Kecamatan Sadang, Pasca Geger Pungli Pasar Tumenggungan Kebumen

Baca juga: Cegah Kecelakaan, Polres Kebumen Tambal Jalan Berlubang yang Menjamur di Muktisari

Baca juga: Bupati Kebumen Copot Kepala Pasar dan Ganti Semua ASN di Pasar Tumenggungan, Buntut Praktik Pungli

Meski pengangguran turun, angka kemiskinan di Kebumen, pada Tahun 2021, meningkat sebesar 0,24 persen atau menjadi 17,83 persen.

Hal ini diperparah dengan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat yang diikuti kenaikkan garis kemiskinan sebesar Rp 10.042 atau menjadi Rp 390.599.

Tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Kebumen juga terkontraksi sebesar minus 1,46 persen. Ini terjadi karena adanya dampak pandemi Covid-19.

Pemerintah terus berupaya mengentaskan persoalan kemiskinan ekstrem di Kebumen.

Terdapat 1.603 rumah tangga yang menjadi sasaran penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kebumen.

Menurut bupati, untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem, harus ada intervensi pemerintah dan semua pihak.

"Intervensi yang bisa dilakukan yakni menyinergikan pembiayaan, baik anggaran pemerintah pusat atau daerah, dengan potensi pendanaan nonpemerintah, bisa itu CSR, filantropi, Baznas, dan lain sebagainya," ucapnya. (*)

Baca juga: Buntut Sekeluarga Positif Covid, DKK Sragen Tes 149 Warga Gemolong

Baca juga: Longsor dan Retakan Tanah di Aribaya Banjarnegara Meluas, Dua Keluarga Terpaksa Diungsikan

Baca juga: Tega! Pemuda di Blora Racuni Sahabat Pakai Racun Tikus Gara-gara Utang

Baca juga: Baru Bisa Dilewati Roda Dua, Longsor Jembatan Karanganyar Pekalongan Terus Dibersihkan

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved