Berita Pendidikan
Inilah Ari Driyaningsih, Mantan Guru SMKN 2 Purwokerto Ditunjuk Jadi Kepala Sekolah di Tokyo Jepang
Ari Driyaningsih mengatakan, kariernya dimulai menjadi guru di SMK Negeri 2 Purwokerto dan terakhir menjadi Kepala SMP Negeri 1 Karanglewas.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Alumnus Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Ari Driyaningsih dilantik sebagai Kepala Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) Jepang Tahun Jabatan 2022-2024.
Seleksi penerimaan kepala sekolah Indonesia di luar negeri itu diumumkan melalui Kemdikbudristek Nomor 50299/A.A3/KP.06.06/2021 meliputi seleksi awal, lanjutan, dan seleksi akhir.
Baca juga: Wow! KAI Daop 5 Purwokerto Berlakukan Tarif Murah, Harga Tiket Kelas Eksekutif Mulai Rp 25 Ribu
Baca juga: Polisi Tangkap Residivis Pencuri Sapi di Banyumas, Satu Berstatus DPO, Begini Cara Mereka Beraksi
Baca juga: Bupati Husein Apresiasi Bakat Menggambar Anak-anak Banyumas: Jadi Ajang Mengekpresikan Suasana Hati
Baca juga: Unsoed Purwokerto Jadi Green Campus. Tahap Awal, Area GOR Steril Kendaraan Bermotor
Direktur Program Pascasarjana UMP Banyumas, Furqanul Aziez mengungkapkan kebanggaannya terhadap satu alumninya tersebut.
“Bu Ari sangat cocok menjabat sebagai kepala sekolah di Tokyo ini."
"Itu karena dia mempunyai kemampuan bahasa Inggris dan telah berpengalaman menjadi guru."
"Sebelumnya, ada Budi Handoyo, alumni S2 PBSI Tahun 2012 yang telah menyelesaikan tugas sebagai Kepala Sekolah di Tokyo Jepang,” jelas Furqanul seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (15/1/2022).
Melalui keterangan tertulis, Ari Driyaningsih mengatakan, kariernya dimulai menjadi guru di SMK Negeri 2 Purwokerto dan terakhir menjadi Kepala SMP Negeri 1 Karanglewas.
“Pendidikan S2 PBSI di UMP sangat bermanfaat karena melatih memecahkan studi kasus dengan waktu yang terbatas."
"Kemampuan dalam membuat makalah dan mempresentasikan,” katanya.
Dijelaskan Ari, Sekolah Republik Indonesia Tokyo didirikan pada 21 April 1962.
SRIT merupakan satu Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) sesuai UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Sekolah tersebut, diselenggarakan oleh pemerintah sebagai salah satu tugas dan kewajiban negara untuk memberikan layanan dan akses pendidikan nasional bagi WNI di mana pun berada.
“Sekolah ini menjadi ujung tombak dalam mengemban misi seni budaya dan bahasa Indonesia,” pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alumnus UMP Banyumas Jadi Kepala Sekolah di Tokyo Jepang"
Baca juga: Awas, Pengendara Motor Knalpot Brong di Kebumen Bisa Didenda Rp 250 Ribu
Baca juga: Dua Pemancing Sudah Ditemukan Sabtu Pagi, Pasca Dinyatakan Hilang di Pantai Menganti Cilacap
Baca juga: Warga Sidakangen Purbalingga Buat Gerakan Jumat Berkah, Bagikan Nasi dan Sembako ke Warga Miskin
Baca juga: Dinkes Banjarnegara Wajibkan Orangtua Anak Usia 6-11 Dampingi saat Vaksinasi Covid, Ini Tujuannya