Breaking News:

Berita Banyumas

Gus Yasin Minta Camat dan Kades di Banyumas Perbarui Data Warga untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrim

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengingatkan kepada seluruh camat dan kades segera memperbarui data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Humas Pemkab Banyumas
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memberi arahan dalam rapat koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim Penyelesaian Sambungan Listrik Bagi Rumah Tangga Kurang Mampu di Kabupaten Banyumas, Banjarnegara dan Kebumen, yang berlangsung di Hotel Grand Kanaya, Banyumas, Rabu (1/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengingatkan kepada seluruh camat dan kades di Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, dan Kebumen, segera memperbarui data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Hal itu dia sampaikan saat mengikuti rapat koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim Penyelesaian Sambungan Listrik bagi Rumah Tangga Kurang Mampu di Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, dan Kebumen, yang berlangsung di Hotel Grand Kanaya, Banyumas, Rabu (1/12/2021).

"Bagaimana kita bisa membantu kalau datanya tidak valid? Maka itu, saya minta, ayo, Pak Camat, Pak Kades, saya titip, datanya diperbarui," kata Gus Yasin, sapaannya, dalam rilis yang diterima, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Pipa Perumdam Tirta Satria Banyumas Tertimbun Longsor, Pasokan Air ke Pelanggan Sempat Mati

Baca juga: Sambut Hari Disabilitas, Siswa SLB di Purwokerto Baca Puisi: Inilah yang Aku Terima, Terimalah Aku

Baca juga: UMK Banyumas Naik Rp 13 Ribu, Berikut Daftar UMK 2022 35 Kabupaten/Kota di Jateng

Baca juga: Sarasehan Kerukunan Umat Beragam di Banyumas, Wakil Bupati: Kerukunan adalah Pondasi Warga Harmonis

Dia menambahkan, setelah melakukan verifikasi dan validasi, data tersebut harus dimasukkan ke dalam aplikasi yang telah disediakan.

Dengan demikian, lanjutnya, input data tersebut akan meminimalkan perbedaan data antara daerah dengan pusat.

"Caranya, ya input data sendiri di aplikasi, minta orang IT melakukan."

"Nanti, Pak Camat, dampingi semua Kadesnya. Kalau perlu, dikeroyok bareng-bareng input datanya, biar bisa saling evaluasi lagi. Supaya bisa lebih cepat," katanya.

Dalam diskusi, Jahmar, kepala Desa Sokaraja, Banyumas, mengatakan, data yang dia terima dari pusat keliru.

Saat menerima data tersebut, dia melakukan kroscek dan ternyata, nama-nama yang ada di dalam data tersebut sebagian termasuk orang yang mampu.

"Data yang dari pusat itu, yang masuk ke desa kami, itu istilahnya sudah mampu. Saya, sebagai kepala desa kan bingung," katanya.

Baca juga: Jateng Ekspor 60 Ton Kacang Tanah ke Malaysia, Distanbun: Semoga Bisa Terus Berlanjut dan Bertambah

Baca juga: Genjot PAD di Akhir Tahun, Bupati Purbalingga Minta OPD Lakukan Rekomendasi BPK

Baca juga: Disbudpar Kota Semarang Izinkan Tempat Wisata Buka saat Libur Nataru, Tak Boleh Ada Atraksi

Baca juga: Harga Cabai Merah Keriting di Pasar Trayeman Tegal Naik, Tembus Rp 60 Ribu Per Kilogram

Jamhar menambahkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan wagub.

Awalnya, dia mengaku kebingungan bagaimana cara memperbaiki data yang dia peroleh dari pusat.

"Saya akan mengusahakan, (data) orang yang sudah mampu akan saya hapus."

"Saya akan minta bagian IT saya untuk memasukkan data yang sesuai," tambahnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved