Breaking News:

Berita Banyumas

Sambut Hari Disabilitas, Siswa SLB di Purwokerto Baca Puisi: Inilah yang Aku Terima, Terimalah Aku

Menyambut Hari Disabilitas Internasional siswa SLB Yakut C-C1 Purwokerto, Banyumas, menggelar kegiatan, Kamis (2/12/2021).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ingin kumusnahkan semua batasan, tapi apa yang bisa aku lakukan
Aku ingin pergi keluar sana melihat dunia yang indah
Aku ingin sekali berguna layaknya manusia
Suaraku dari hati yang ingin memberontak
Diriku sulit mengendalikan arah pikiranku
Tetapi aku sadar, kesempurnaan yang aku dambakan tidak akan pernah ada
Aku dan teman-teman tak pantas menyalahkan Tuhan
Ayah, bunda, serta orang sekeliling, maaf inilah yang aku terima, terimalah aku

Itulah petikan puisi yang dibacakan Muhammad Sahrul (17), dalam kegiatan menyambut Hari Disabilitas Internasional di dekat SPBU di Purwokerto, Banyumas, Kamis (2/12/2021).

Puisi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Yakut C-C1 Purwokerto itu membuat sejumlah guru yang mendengar meneteskan air mata.

Selain membaca puisi, siswa juga menampilkan seumlah pertunjukkan, di antaranya tarian, taekwondo, juga fashion show.

Baca juga: Sarasehan Kerukunan Umat Beragam di Banyumas, Wakil Bupati: Kerukunan adalah Pondasi Warga Harmonis

Baca juga: ODGJ Jalani Perawatan di Poli Jiwa RSUD Banyumas, Keluarga: Alhamdulillah, Sekarang Bisa Komunikasi

Baca juga: Ditinggal Salat dan Diparkir di Tepi Jalan Cilongok Banyumas, Mobil BMW Terbakar

Kepala SLB Yakut C-C1 Purwokerto Rubimanto mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Difabel Internasional.

"Seperti kita ketahui, anak-anak ini perlu ruang dan waktu lebih dan kita hargai."

"Mudah-mudahan, mereka bisa berkarya sebagaimana pada umumnya."

"Dibalik kekurangan selalu ada kelebihan dan menjadi mandiri tidak menjadi beban dan dihargai sebagaimana masyarakat pada umumnya," harap Rubimanto di sela acara.

Tidak hanya menggali bakat, di SLB, mereka juga belajar keterampilan, semisal membatik, membuat keset, dan kerajinan lain.

"Tentunya agar mereka bisa hidup mandiri. Total, ada 240 siswa setingkat SMP dan SMA," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved