Senin, 13 April 2026

Berita Kudus

Dukung Lomba Gantangan Perkutut, Bupati Kudus: Ini Warisan Budaya Leluhur

Burung perkutut memiliki keunikan tersendiri. Bahkan, Bupati Kudus Hartopo mengatakan, burung ini memiliki nilai histori bagi masyarakat Jawa.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK DISKOMINFO KUDUS
Bupati Kudus Hartopo melepas burung perkutut dalam latihan prestasi burung perkutut oleh Komunitas Kung Muria Kudus (KMK) di Rumah makan Bambu Wulung, Ngembalrejo Bae, Kudus, Minggu (28/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Burung perkutut memiliki keunikan tersendiri. Bahkan, Bupati Kudus Hartopo mengatakan, burung ini memiliki nilai histori bagi masyarakat Jawa.

Hal ini disampaikan Hartopo saat menghadiri latihan prestasi burung perkutut oleh Komunitas Kung Muria Kudus (KMK) di Rumah makan Bambu Wulung, Ngembalrejo Bae, Kudus, Minggu (28/11/2021).

"Atas nama pemerintah dan pribadi, saya sangat mengapresiasi terselenggaranya event lomba gantangan perkutut ini."

"Menurut saya, perkutut mempunyai nilai sejarah, sarat makna, yang merupakan warisan nenek moyang kita."

"Maka dari itu, kita, sebagai generasi penerus, semoga dapat melestarikan," katanya.

Baca juga: Bupati Kudus: Kami Siap Jika Harus Kucurkan BLT Buruh Rokok Rp 45,1 Miliar

Baca juga: Bupati Kudus Sarankan Buruh Tempuh Penyelesaian Bipartit Jika Tak Puas dengan Nominal Kenaikan UMK

Baca juga: Jadi Kado di Hari Guru Nasional, Siswa SMP Negeri 1 Kudus Berlomba Lukis Wajah Wali Kelas

Baca juga: UMK Kudus 2022 Diusulkan Rp 2.293.058, Naik Sekitar Rp 2.000

Hartopo juga berharap, gelaran lomba gantangan perkutut ini dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata.

Apalagi, peserta acara merupakan anggota komunitas dari berbagai daerah.

"Semoga, dengan hadirnya berbagai komunitas kung mania dari seluruh penjuru daerah, dapat membawa dampak positif bagi pariwisata Kabupaten Kudus," kata dia.

Selain itu, Hartopo mengajak masyarakat, khususnya generasi milenial, agar lebih mencintai dan melestarikan burung perkutut dalam tujuan melestarikan budaya.

"Burung perkutut ini memiliki keunikan tersendiri, ibarat sebuah barang, ini kategori klasik. Banyak kalangan ningrat yang memelihara."

"Alangkah baiknya juga generasi milenial dapat ikut melestarikan dengan tujuan nguri-uri kebudayaan kita."

"Dengan begitu, banyak hal yang akan kita ketahui dari histori burung perkutut sebagai warisan budaya leluhur," terangnya.

Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga mendukung upaya pergelaran even-even pelestarian kebudayaan seperti ini.

"Burung perkutut ini merupakan warisan nenek moyang. Oleh karena itu, Pemkab Kudus sangat mendukung even-even pelestarian kebudayaan, seperti perlombaan ini."

"Dengan harapan, burung perkutut yang notabene simbol kebudayaan kita dapat selalu diterima berbagai kalangan dalam perkembangan zaman," imbuhnya.

Baca juga: Viral Video Durasi 30 Detik Berisi Sepasang Pelajar di Salatiga Beradegan Mesum, Polisi Turun Tangan

Baca juga: Polisi Bakal Lakukan Penyekatan di Perbatasan saat Libur Nataru, Pengendara Luar Kota Wajib Bawa SKM

Baca juga: Seribuan Rumah di 9 Kelurahan di Kendal Terendam Air, Warga Minta Solusi agar Banjir Tak Terulang

Baca juga: Resmi! Jacksen Ferreira Tiago Ditunjuk sebagai Manjer Persis Solo. Ini Targetnya

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved