Berita Kendal
Seribuan Rumah di 9 Kelurahan di Kendal Terendam Air, Warga Minta Solusi agar Banjir Tak Terulang
Lebih dari seribu rumah di sembilan kelurahan di Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, terendam banjir, Minggu (28/11/2021).
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Lebih dari seribu rumah di sembilan kelurahan di Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, terendam banjir, Minggu (28/11/2021).
Air mulai membanjiri permukiman sejak Minggu dini hari, akibat limpasan Kali Kendal.
Ketinggian air yang menggenangi permukiman bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga 50 sentimeter.
Sembilan kelurahan yang terendam air itu yakni Kelurahan Kebondalem, Pegulon, Trompo, Patukangan, Langenharjo, Balok, Ngilir, Bandengan, dan Karangsari.
Munawir, warga Pegulon, mengatakan, air mulai masuk ke rumahnya pada pukul 02.00 WIB.
Baca juga: Raperda APBD TA 2022 Telah Disetujui, Bupati Dico: Fokus Kami Kendal Recovery
Baca juga: Dusun Banjaran Zona Merah Covid-19, Bupati Kendal: Bukan Karena Aktivitas PTM Terbatas
Baca juga: Brak Pasar Darurat Weleri Kendal Kembali Roboh, Bupati: Masih Tanggungjawab Kontraktor
Baca juga: Dusun Banjaran Zona Merah Covid-19, Dinkes Kendal: 23 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19
Padahal, wilayah Kendal bawah, saat itu, hanya diguyur hujan ringan-sedang.
Meski tidak melumpuhkan aktivitas masyarakat, banjir membuat warga terganggu.
Utamanya, bagi warga yang memiliki usaha cuci pakaian.
"Saya pribadi berharap, pemerintah lebih serius menangani banjir ini. Karena sudah jadi langganan, setiap tahunnya," kata Munawir.
Warga lain, Nanik menambahkan, banjir tahun ini yang tertinggi di banding banjir yang melanda wilayah tersebut, dalam beberapa tahun terakhir.
Kata Nanik, rumahnya kini terendam banjir setinggi 20 sentimeter.
"Yang kami harapkan adalah solusi atas bencana banjir ini. Biar tidak terulang terus setiap tahun, kasihan warga," harapnya.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal Iwan Sulistyo menerangkan, saat ini, petugas masih turun di lapangan untuk mengecek perkembangan banjir.
Melihat peta banjir yang ada, Iwan memastikan, aktivitas warga masih bisa berjalan meski tersendat.
Karena itu, belum ada warga yang mengungsi. Begitu pula pendirian dapur umum, masih dikaji.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/banjir-menggenangi-permukiman-warga-di-kelurahan-langenharjo-kendal-minggu-28112021.jpg)