Breaking News:

Berita Kudus

Tak Ingin Ada Lagi Vaksin Kedaluwarsa, Bupati Kudus Minta Dinkes Gencarkan Vaksinasi Terutama Lansia

Bupati Kudus HM Hartopo tidak ingin kasus vaksin Covid-19 kedaluwarsa kembali terulang di Kudus.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di Kudus, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo tidak ingin kasus vaksin Covid-19 kedaluwarsa kembali terulang di Kudus.

Untuk itu, dia meminta Dinas Kesehatan mempercepat panyaluran vaksin dan vaksinasi.

"Saya minta segera disuntikkan ke kategori-kategori sasaran, jangan sampai vaksin ini kedaluwarsa lagi," kata Hartopo saat ditemui di Kudus, Kamis (18/11/2021).

Informasi yang dia dapat, saat ini, Kudus memiliki stok 140 ribu dosis.

Hartopo meminta, Dinkes mengalokasikan vaksin untuk dosis kedua supaya tidak ada ketimpangan data antara dosis pertama dan kedua.

Baca juga: Instruksi Bupati Kudus Kepada Camat dan Kades: Pekan Ini Selesai, Validasi Data Vaksinasi Lansia

Baca juga: Sampah di Sungai Piji Kudus Mulai Dikeruk, Petugas Temukan Kasur di antara Ranting Pohon dan Bambu

Baca juga: BLT 63 Ribu Buruh Rokok di Kudus Segera Cair, Hasil Konsultasi Bupati Hartopo di Kemendagri

Baca juga: Nasib Dana Operasional Persiku Kudus Belum Jelas, Berikut Beberapa Alasan Bupati Hartopo

Saat ini, pihaknya mengejar target vaksinasi Covid-19 bagi lansia.

Meski, kata Hartopo, vaksinasi kepada lansia sudah gencar dilakukan namun targetnya belum terpenuhi.

Untuk itu, pihaknya menginstruksukan kepada setiap kepala desa supaya mendata masing-masing lansia yang belum divaksin.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Badai Ismoyo mengatakan, stok vaksin di Kudus cukup banyak, yakni 140 ribu dosis.

Dari jumlah tersebut, vaksin terbanyak, yakni 87 ribu dosis, jenis Sinovac.

Sisanya, jenis Pfizer dan AstraZeneca.

"Vaksin masih aman dan akan segera kami suntikkan," kata Badai.

Menurut Badai, pihaknya akan menyisihkan sekitar 22 ribu dosis vaksin Sinovav untuk lansia.

Sebab, vaksin jenis tersebut dinilai paling ramah terhadap lansia. (*)

Baca juga: Bukan Hanya Perawatan di RSJ, Dinkes Purbalingga Ungkap Dukungan Keluarga Percepat Kesembuhan ODGJ

Baca juga: Tak Ingin Ditilang saat Operasi Zebra Candi Kebumen? Segera Ganti Knalpol Brong Jadi Standar

Baca juga: 2 Bulan Dirawat di Rumah Singgah Banyumas, Miswanto Minta Pulang ke Madiun setelah Ingat Alamat

Baca juga: Rekonstruksi Kasus Diklatsar Maut Menwa UNS, 1 Tersangka Tolak Adegan Pukul Pakai Replika Senapan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved