Berita Kudus

Sampah di Sungai Piji Kudus Mulai Dikeruk, Petugas Temukan Kasur di antara Ranting Pohon dan Bambu

DPUPR Kudus mulai mengeruk tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai Piji di Desa Kesambi. Selain ranting dan dahan pohon, petugas menemukan kasur.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Arief Budi menunggui proses pengerukan sampah yang menyumbat di Sungai Piji di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (15/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus mulai mengeruk tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai Piji di Desa Kesambi,Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (15/11/2021).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Arief Budi Siswanto menyampaikan, pengerukan dilakukan untuk mengantisipasi banjir di tengah musim hujan.

Pengerukan menggunakan alat berat lantaran volume sampah yang banyak.

"Kami menurunkan long arm‎ untuk memudahkan pengerukan," ujar Arief di sela pengerukan di Jembatan 1 Sungai Piji, Senin.

Baca juga: Ranting Pohon dan Sampah Domestik Hampir Tutupi Sungai Piji, Warga Kesambi Kudus Terancam Banjir

Baca juga: BLT 63 Ribu Buruh Rokok di Kudus Segera Cair, Hasil Konsultasi Bupati Hartopo di Kemendagri

Baca juga: Nasib Dana Operasional Persiku Kudus Belum Jelas, Berikut Beberapa Alasan Bupati Hartopo

Baca juga: Terciduk di Tempat Karaoke saat Tugas, Seorang Polisi Anggota Polres Kudus Terancam Sanksi Disiplin

Arief menyampaikan, pengerukan sampah ini bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, serta Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus.

‎Rencananya, pembersihan sampah dari Sungai Piji itu akan dilaksanakan selama 10 hari, dimulai sejak hari Minggu (14/11/2021).

"Kami melaksanakan pengerukan sejak kemarin sampai 10 hari ke depan. Kemarin, sudah (dilakukan pengerukan di) jembatan 3 dan 4. Titiknya turut Desa Kesambi," ucapnya.

‎Rencananya, pengerukan sampah tak hanya dilakukan di Desa Kesambi tetapi juga di sungai yang melintasi Desa Hadipolo, Ngembalrejo, dan Prambatan.

"Tapi, untuk volume terbesar ada di daerah Kesambi," ujarnya.

Dalam pengerukan sampah tersebut, pihaknya‎ menemukan beragam barang yang tidak masuk akal bisa sampai ke sungai.

Selain sampah tanaman, semisal ranting pohon dan bambu, petugas juga menemukan kasur.

"Ada ranting pohon, bambu, sampai kasur juga kami temukan. Yang mau tidur di sungai juga siapa," ucapnya.

‎Arief berpesan agar warga tidak ada yang membuang sampah ke dalam sungai.

‎Pasalnya, sampah yang dibuang dapat menyumbat aliran sungai dan menjadi penyebab banjir.

"Apalagi, ‎Jembatan Kesambi ini memiliki tiang di tengah yang mudah menyumbat sehingga perlu diubah," kata dia.

Baca juga: Jangan Diberi Oli Bekas! Begini Cara Menolong Korban Digigit Ular Menurut Dokter RSI Banjarnegara

Baca juga: Terkait Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap, BMKG Catat Dua Kali Sambaran Petir sebelum Kejadian

Baca juga: Kontainer Bermuatan Drum Lepas saat Truk yang Membawa Ngepot Berbelok ke Tol Gayamsari Semarang

Baca juga: Semua Objek Wisata di Banyumas Sudah Dibuka, Ini Hasil Evaluasi Dinporabudpar selama 1 Bulan

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved