Breaking News:

Tips Kesehatan

Jangan Diberi Oli Bekas! Begini Cara Menolong Korban Digigit Ular Menurut Dokter RSI Banjarnegara

Digigit ular berbisa dapat membuat seorang panik. Maklum, sebagian bisa ular mematikan hingga banyak kasus penderitanya meninggal.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Indrastuti atau Iin (57), warga Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menunjukkan ular peliharaannya. Penanganan terhadap korban digigit ular yang tidak tepat dapat membahayakan korban maupun penolong. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Digigit ular berbisa dapat membuat seorang panik. Maklum, sebagian bisa ular mematikan hingga banyak kasus penderitanya meninggal.

Tak heran, banyak yang reflek menyedot bekas gigitan ular tersebut menggunakan mulut.

Padahal, cara ini sangat membahayakan. Hal ini diungkapkan Dokter spesialis bedah RS Islam Banjarnegara dr Mohammad Fikri Hafidhi SpB C.

"(Cara) ini sangat berbahaya," kata Fikri, Senin (16/11/2021).

Baca juga: Ratu Ular Banyumas Beraksi, Tangkap Induk dan Anakan Ular Kobra di Rumah Kosong Dekat Alun-alun

Baca juga: Damkar Pati Evakuasi Ular Piton 3,5 Meter, Ditemukan di Bekas Rumpun Bambu dengan 24 Butir Telur

Baca juga: Inilah Khomar, Pembuat Serum Ular Cobra Asal Bojongbata Pemalang, Hasil Racikannya Buat Pengobatan

Baca juga: Kisah Heroik Bripda Armanjas, Tetap Bantu Korban Banjir Meski Digigit Ular hingga Akhirnya Pingsan

Kesalahan lain yang kerap dilakukan masyarakat adalah mengikat kencang bagian atas dan bawah bekas gigitan ular.

Fikri mengatakan, cara ini juga berbahaya.

"Karena, di antara dua ikatan kencang tersebut bisa berefek buruk terlokalisir. Bahkan, jika tak beruntung, bisa menjadi busuk dan berujung dipotong atau amputasi," imbuhnya.

Kesalahan fatal lain dalam penanganan gigitan ular dan salah menurut medis adalah diolesi oli bekas.

Atau, menyayat atau menusuk pada lokasi gigitan ular tersebut.

Sebagai ganti, menurut Fikri, cara tepat melakukan pertolongan pertama digigit ular berbiasa adalah memberi kain atau kasa yang bersih dan empuk pada bekas gigitan, kemudian diberi bantalan berupa botol atau ranting kayu.

Selanjutnya, diikat pada bagian dekat ujung botol latau ranting tersebut.

"Orang digigit ular pasti panik. Yang pertama harus dilakukan adalah dibuat tenang. Setelah itu, diberi kasa dan bantalan botol yang diikat pelan agar tidak terjadi pergerakan," ungkapnya.

Baca juga: Terkait Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap, BMKG Catat Dua Kali Sambaran Petir sebelum Kejadian

Baca juga: Kontainer Bermuatan Drum Lepas saat Truk yang Membawa Ngepot Berbelok ke Tol Gayamsari Semarang

Baca juga: Semua Objek Wisata di Banyumas Sudah Dibuka, Ini Hasil Evaluasi Dinporabudpar selama 1 Bulan

Baca juga: Soal Kenaikan UMK 2022, Ini Kata Gubernur Ganjar Pranowo Usai Dialog dengan Perwakilan Buruh

Jika itu sudah dilakukan, selanjutnya, korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan lebih lanjut. Bisa juga diberi serum antibisa.

Terkait anti bisa ular, dr Fikri menyebut, di Indonesia, umumnya hanya ada satu jenis.

Antibisa ini berasal dari plasma kuda yang berisi tiga antibisa ular, yaitu ular sendok jawa (Naja sputatik), ular weling (Bungarus faciatus), dan ular tanah (Callosellasma rhodostoma). (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved