Breaking News:

Berita Semarang

Hendi Minta Warga Tunda Mudik saat Libur Nataru, Tak Mau Kasus Covid di Kota Semarang Melonjak Lagi

Masyarakat diminta menunda liburan atau menunda mudik saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat ditemui seusai Semarang Night Carnival (SNC) 2021, Rabu (17/11/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Masyarakat diminta menunda liburan atau menunda mudik saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pemerintah pusat telah memiliki konsep atau upaya meminimalkan penyebaran Covid-19 saat Nataru.

Dimungkinkan, tidak akan ada libur panjang saat perayaan Nataru.

"Liburnya akan dibuat selang-seling. Masyarakat diimbau menunda liburan atau menunda mudik selama Nataru," terang Hendi, sapaannya, usai gelaran Semarang Night Carnival (SNC) 2021, Rabu (17/11/2021) malam.

Baca juga: Polisi Temukan Celurit dari 14 Pelajar di Kota Semarang yang Diciduk saat Berniat Tawuran

Baca juga: Warga Tolak Penetapan Tanah Musnah Lahan Tambak Terdampak Tol Semarang-Demak

Baca juga: Merasa Diteror Banjir Rob, Warga Tambaklorok Kota Semarang Minta Pembangunan Tanggul Laut Diwujudkan

Baca juga: Gabung Kembali dengan PSIS Semarang, Imran Dikabarkan Geser Posisi Ian Gillan sebagai Pelatih Kepala

Dia melanjutkan, pemerintah daerah diminta mengawasi pergerakan di tempat wisata.

Ekstrimnya, kata Hendi, tempat wisata diharapkan bisa menerapkan sistem plat nomor ganjil genap.

Namun demikian, pihaknya belum memikirkan konsep tersebut bakal diterapkan di Kota Semarang.

Pihaknya masih bisa mengatur wisatawan yang datang ke tempat destinasi sedemikian rupa dengan protokol kesehatan ketat.

"Kami tetap memantau supaya menjalankan prokes secara baik," ucapnya.

Berdasarkan data pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, kasus Covid-19 di Kota Semarang hingga Kamis (18/11/2021) pukul 12.30 WIB, tersisa tujuh pasien.

Menurut Hendi, angka tersebut cukup menggembirakan dibanding beberapa waktu lalu saat ditemukan kasus di beberapa sekolah.

Baca juga: Dana Rp 900 Miliar Masih Ngendon di Kas Daerah, Bupati Kendal Semprit 5 OPD

Baca juga: Tak Ingin Ada Lagi Vaksin Kedaluwarsa, Bupati Kudus Minta Dinkes Gencarkan Vaksinasi Terutama Lansia

Baca juga: Bukan Hanya Perawatan di RSJ, Dinkes Purbalingga Ungkap Dukungan Keluarga Percepat Kesembuhan ODGJ

Baca juga: Tak Ingin Ditilang saat Operasi Zebra Candi Kebumen? Segera Ganti Knalpol Brong Jadi Standar

Namun demikian, angka tersebut tidak berarti membuat upaya berhenti.

Pemerintah Kota Semarang melakukan tracing atau penelusuran dengan harapan kasus yang tersisa saat ini tidak menyebar luas.

"Angka menggembirakannya, (kasus) Covid-19 di Semarang ada tujuh orang, (terdiri dari) tiga warga Semarang dan 4 warga luar kota."

"Kami lakukan tracing terhadap tiga orang itu dengan harapan tidak menyebar," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved