Breaking News:

Berita Kendal

Dana Rp 900 Miliar Masih Ngendon di Kas Daerah, Bupati Kendal Semprit 5 OPD

Bupati Kendal Dico M Ganinduto menemukan ada anggaran 900 miliar yang belum terserap, jelang tutup tahun anggaran 2021.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Bupati Kendal Dico M Ganinduto menemukan ada anggaran 900 miliar yang belum terserap, jelang tutup tahun anggaran 2021.

Terhitung, serapan anggaran belanja daerah baru Rp 1,5 triliun atau 62 persen dari total pagu Rp 2,4 triliun.

Dico mengungkapkan, anggaran belanja daerah untuk kegiatan non-fisik baru terserap 62,34 persen, sementara kegiatan fisik terserap 48 persen.

Atas realisasi ini, Dico menyoroti lima organisasi perangkat daerah (OPD) atau instansi dengan serapan di bawah 50 persen.

Meliputi, Bagian Organisasi 31 persen, Dinas Kesehatan 33 persen, Bagian Pemerintahan 34 persen, RSUD dr Soewondo 44 persen, dan BPBD 45 persen.

Ia meminta agar OPD terkait melakukan evaluasi agar serapan anggaran kegiatan bisa dioptimalkan di sisa waktu yang ada.

"Permasalahan apa yang menjadi hambatan penyerapan anggaran maka supaya dikoordinasikan agar tidak terjadi lagi penyerapannya sangat sedikit. Harus didorong agar dipercepat," terangnya, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Motor Tabrak bagian Belakang Truk Boks di Jalan Pantura Kendal, 1 Orang Tewas dan 1 Terluka

Baca juga: Bakal Jadi Pertama di Indonesia, Kendal Miliki Kawasan Integrated UMKM Center, Dibangun Tahun Depan

Baca juga: Jurnalis Kendal Bikin Poster Sampah, Tulisannya Menggelitik Warga, Bupati Dico: Kreatif Banget

Baca juga: Kasus Pungli PTSL Kendal - Mantan Lurah Banyutowo Kendal Dihukum Empat Tahun Penjara

Meski demikian, Dico tetap mengapresiasi beberapa OPD yang sudah memaksimalkan serapan anggaran yang dimiliki.

Di antaranya, Disperkim 70 persen, Bakeuda 65 persen, Dishub 64 persen, Disdukcapil 64 persen, Baperlitbang 63 persen.

Selain itu, terdapat satu kecamatan dengan penyerapan anggaran belanja mencapai 80 persen, satu UPTD Puskesmas dengan serapan 90 persen, sedangkan puskesmas dan kecamatan lain di angka 40-70 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved