Breaking News:

Berita Kudus

Lagi! 4500 Vial Vaksin Astrazeneca di Kudus Terancam Kedaluwarsa November Ini

Kudus kembali mengalami persoalan dengan stok vaksin Covid-19. Giliran stokk 4.500 vial atau 45.000 dosis vaksin Astrazeneca terancam kedaluwarsa.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo saat ditemui di kantornya, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Kudus kembali mengalami persoalan dengan stok vaksin Covid-19. Giliran 4.500 vial atau 45.000 dosis vaksin Astrazeneca yang disimpan, terancam kedaluwarsa.

Vaksin tersebut berasal dari Perancis dan memiliki masa kedaluwarsa akhir November 2021 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) ‎Kudus Badai Ismoyo mengatakan, pihaknya pun berupaya menghabiskan segera vaksin tersebut agar tak muspro.

"Jika disimpan di bawah minus 20 derajat, masa berlaku vaksin itu bisa lebih lama. Tapi, kami, saat ini, hanya bisa menyimpannya 20 derajat‎," ucap dia, saat ditemui di kantornya, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Waduh! 4 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca di Kudus Kedaluwarsa

Baca juga: IDI Kudus Minta Warga Tak Takut Divaksin Astrazeneca, Syaifuddin: Semua Vaksin Bisa Timbulkan KIPI

Baca juga: 17 Tempat Karaoke di Kudus Disegel, Bupati Minta Aliran Listrik Ikut Diputus

Baca juga: Bupati Kudus Pecat 4 Pegawai Museum Kretek, Tepergok Tak Kerja saat Dikunjungi Bupati

Pihaknya telah berupa mendistribusikan vaksin tersebut agar bisa segera terpakai.

"Kami bekerjasama dengan vaksinator untuk mempercepat proses vaksinasi ini," jelas dia.

Sebelumnya, 4.000 vial vaksin di Kudus juga telah kedaluwarsa pada Oktober lalu.

Terkait vaksin kedaluwarsa ini, Badai mangaku telah menarik dari fasilitas kesehatan.

Pihaknya masih menyimpan vaksin kedaluwara tersebut sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Saat ini, belum ada instruksi untuk memusnahkan atau mengembalikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Sampai saat ini belum ada instruksi untuk memusnahkan atau mengembalikan vaksin tersebut. Masalah, kegunaan vaksin ini menjadi domain Kemenkes," jelasnya. (Raka F Pujangga)

Baca juga: Buruh Tani di Banyumas Cabuli Remaja Putri, Merayu saat Korban Petik Buah Kersen di Tepi Sawah

Baca juga: Harga Daging Ayam Potong di Pasar Trayeman Tegal Tembus Rp 40 Ribu/Kg, Pedagang: Pasar Makin Sepi

Baca juga: Petik Poin Penuh dari PSISa Salatiga, Persebi Boyolali Tambah Pede Melaju ke 10 Besar Liga 3 Jateng

Baca juga: Camat Punggelan Minta BPBD Suplai Air Bersih bagi Warga Kandri Banjarnegara Terdampak Longsor

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved