Breaking News:

Berita Kudus

Waduh! 4 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca di Kudus Kedaluwarsa

Bupati Kudus Hartopo mengungkapkan, ada 4 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang diterima, kedaluwarsa.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo saat ditemui di Kudus, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus Hartopo mengungkapkan, ada 4 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang diterima, kedaluwarsa.

Saat ini, pihaknya menunggu hasil jawaban dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) perihal kondisi ini.

"Kami koordinasi dengan Kemenkes dan BPOM dulu, apakah bisa disuntikkan atau tidak," kata Hartopo, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, pengalaman vaksin kedaluwarsa ini juga pernah terjadi di Kudus. Waktu itu, vaksin jenis Sinovac telah kedaluwarsa.

Baca juga: Capai Vaksinasi Lansia di Kudus Masih Rendah, Bupati Hartopo Minta Camat Mulai Bikin Target

Baca juga: BPBD Kudus Segera Bentuk Destana, Antisipasi Gempa Besar Akibat Sesar Aktif Kendeng

Baca juga: PDIP Kudus Targetkan Bisa Dapat 19 Kursi Legislatif, Masan: Insya Allah Sudah Rasional

Baca juga: Siap Terapkan BPJS Kesehatan Nonkelas, RSUD Loekmonohadi Kudus Mulai Datangkan Tempat Tidur Elektrik

Hanya, setelah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat diipastikan, vaksin Sinovac itu bisa disuntikkan dalam kurun tiga bulan.

Kenapa demikian? Kata Hartopo, informasi yang pihaknya dapat, ternyata, masa kedaluwarsa vaksin dari produsen, temponya lebih lama daripada masa kedaluwarsa yang ditetapkan BPOM.

Tujuannya, vaksin yang diterima pemerintah daerah bisa segera disuntikkan.

"Untuk yang AstraZeneca ini, yang kedaluwarsa, kalau ada tambahan waktu masa kedaluwarsa maka akan segera disuntikkan. Dua hari bisa habis itu," kata dia.

Hartopo menceritakan, diketahuinya masa simpan 4 ribu dosis berawal ketika Kementerian Kesehatan mengirim 50 ribu dosis vaksin AstraZeneca untuk Kudus pada 1 Oktober 2021.

Sehari kemudian, vaksin telah tiba di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun, setelah itu, vaksin tidak langsung dikirim ke Kudus.

Tercatat, vaksin sebanyak 50 ribu dosis itu baru dikirim ke Kudus pada 12 Oktober 2021.

Baca juga: Januari-Oktober 2021 Terjadi 19 Kecelakaan di Perlintasan Kereta, Ini Sikap PT KAI Daop 5 Purwokerto

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Tertibkan 40 PKL di Sekitar Pasar Johar, Ngeyel Berjualan di Kawasan Steril

Baca juga: Delapan Pencuri Kendaraan di Banjarnegara Debekuk, Beraksi Gunakan Kunci Duplikat

Baca juga: Seluruh Atlet PON Papua asal Banyumas Dapat Tali Asih dari Pemkab, Nilainya Mulai Rp 1 Juta

Artinya, selama 12 hari, vaksin berada di Pemprov Jateng. Padahal, 31 Oktober 2021, vaksin dinyatakan kedaluwarsa.

"Artinya, kami punya waktu 18 hari untuk menyuntikkan ke masyarakat. Sudah dapat 90 persen. Dari 50 ribu dosis, tinggal 4 ribu," kata dia.

Tak terserapnya semua vaksin yang disalurkan itu, menurut Hartopo, terjadi karena masih ada warga yang tidak mau divaksin menggunakan vaksin AstraZeneca.

Karena sebagian warga memiliki pandangan jika vaksin tersebut memiliki dampak lebih kentara dibanding Sinovac. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved