Breaking News:

Berita Kudus

IDI Kudus Minta Warga Tak Takut Divaksin Astrazeneca, Syaifuddin: Semua Vaksin Bisa Timbulkan KIPI

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Ahmad Syaifuddin mengimbau warga tidak takut divaksin Covid-19 menggunakan vaksin AstraZeneca.

Editor: rika irawati
Flickr
Ilustrasi Vaksin AstraZeneca. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Ahmad Syaifuddin mengimbau warga tidak takut divaksin Covid-19 menggunakan vaksin AstraZeneca.

Syaifuddin menjamin, vaksin yang disuntikkan kepada warga, aman.

Menurut dia, sampai saat ini, masih terdapat warga yang takut divaksin menggunakan AstraZeneca.

Mereka beranggapan, kejadian ikutan pascaimunisasi atau KIPI setelah disuntik AstraZeneca lebih berat dibanding vaksin jenis lain.

"Banyak yang beranggapan begitu. Padahal, semua vaksin bisa menyebabkan KIPI," kata Syaifuddin.

Baca juga: Waduh! 4 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca di Kudus Kedaluwarsa

Baca juga: Ranting Pohon dan Sampah Domestik Hampir Tutupi Sungai Piji, Warga Kesambi Kudus Terancam Banjir

Baca juga: Empat Embung Bakal Dibangun di Kudus, Wagub Taj Yasin: Kami Sedang Ajak Pihak Swasta

Baca juga: Ganjar Bikin Kejutan di Kudus, Begini Serunya Gubernur Jateng Jadi Penyiar Radio Selama 20 Menit

Tak hanya itu, KIPI yang timbul pun dapat diredakan. Misalnya, KIPI berupa demam seusai divaksin, bisa diatasi menggunakan paracetamol.

Kemudian, rasa nyeri di bekas suntikan vaksin juga wajar. Artinya, warga tidak perlu khawatir berlebihan.

Risiko KIPI ringan, misalnya demam dan pegal-pegal setelah divaksin, juga bisa diperiksakan ke Puskesmas.

Sementara, untuk KIPI berat, misalnya kejang-kejang atau sampai tidak sadarkan diri, Syaifuddin menyarankan agar periksa ke rumah sakit.

Sementara, kata dia, informasi yang dia dapat, sampai saat ini, belum ada KIPI berat di Kudus, setelah disuntik AstraZeneca.

Untuk vaksinasi yang menyasar lansia, lanjut dia, sampai saat ini, baru sekitar 34 persen dari total target sebanyak 71 ribu lansia.

Menurutnya, rendahnya capaian vaksinasi lansia di Kudus di antaranya disebabkan lansia enggan divaksin karena merasa sehat.

Selanjutnya, para lansia tidak ada kepentingan untuk bepergian jauh.

Mengenai hal itu, dia berharap, para lansia diberi semangat untuk ikut vaksinasi. Terutama, edukasi dari anggota keluarga. (Raka F Pujangga)

Baca juga: Pemkab Tegal Tegur Kontraktor Proyek Jalan Kendayakan-Warureja, Pekerjaan Terlambat 29 Persen

Baca juga: Tak Terdampak Pandemi Covid, Bisnis Teri Nasi Cepiring Kendal Tembus Pasar Jepang

Baca juga: Jelang Derby Arema vs Persebaya di Manahan Solo, Polisi Putar Balik Suporter di Karanganyar

Baca juga: Ingin Banyumas Turun ke Level 1 PPKM, Bupati Husein Targetkan Vaksinasi Covid di November 70 Persen

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved