Berita Kendal

Tak Terdampak Pandemi Covid, Bisnis Teri Nasi Cepiring Kendal Tembus Pasar Jepang

Seorang pengrajin asal Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, Mad Salim, bersyukur usahanya tak begitu terdampak pandemi Covid-19.

Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Pekerja Mad Salim sedang menjemur ikan teri untuk dijadikan teri nasi di Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Minggu (7/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir 2 tahun tak meruntuhkan usaha perajin ikan teri nasi di sentra pengolahan ikan asin, Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal.

Berbeda dari sektor pariwisata yang berdampak akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang pengolahan ikan asin ini masih berjalan cukup baik.

Seorang pengrajin asal Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, Mad Salim, bersyukur usahanya tak begitu terdampak pandemi Covid-19.

Semangat juang pria 46 tahun tersebut untuk mempertahankan usaha di tengah pandemi Covid-19 memang patut diacungi jempol.

Baca juga: Sepekan Lagi, Tanggul Darurat Sungai Bodri Kendal Sudah Rampung

Baca juga: Cara Pemkab Kendal Capai 100 Persen Herd Immunity, Tiga Sasaran Ini Jadi Prioritas Vaksinasi

Baca juga: 431 Nelayan Kendal Terima Saldo Rekening Berisi Rp 1.030.000, Bantuan Subsidi Solar 200 Liter

Baca juga: Dua SD Hendak Gelar Outing Class Digagalkan Disdikbud Kendal, Wahyu: Sudah Kami Peringatkan

Terlebih, ada 100 karyawan yang menjadi tanggung jawabnya agar tidak putus begitu saja.

Saat ditemui Minggu (7/11/2021), Mad Salim menjelaskan, pandemi Covid-19 hanya berdampak kurang dari 10 persen terhadap usahanya.

Prinsip kerja optimistis yang ditanamkan kepada para karyawan membuahkan hasil.

Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, dia juga bisa mengekspor teri nasi olahan ke Jepang, hingga 100 ton dalam sebulan.

"Alhamdulillah, ya, (pandemi,red) enggak berdampak banget, enggak lebih 10%. Yang penting, kerja saja terus, rezeki sudah ada yang mengatur," terangnya, Minggu.

Menurut Mad Salim, satu di antara kunci suksesnya adalah aktif mencari ikan teri hasil tangkapan para nelayan Kendal, dan di beberapa daerah lain.

Dia rela berkeliling ke tempat pelelangan ikan (TPI) di daerah Demak, Jepara, bahkan Rembang.

Teri nasi yang diperoleh kemudian diproses di tempat pengasinan ikan di Desa Korowelang Kulon.

Pengolahannya ditempatkan di sebuah gubuk cukup luas. Sedangkan ikan dijemur di pinggiran Sungai Bodri.

Mad Salim selalu mengutamakan kerja cepat dan terukur untuk menjaga kualitas bahan baku ikan.

Ia mengandalkan 100 karyawannya untuk mengolah ikan teri menjadi teri nasi menggunakan bahan baku yang masih fresh atau segar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved