Berita Kendal

Tak Terdampak Pandemi Covid, Bisnis Teri Nasi Cepiring Kendal Tembus Pasar Jepang

Seorang pengrajin asal Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, Mad Salim, bersyukur usahanya tak begitu terdampak pandemi Covid-19.

Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Pekerja Mad Salim sedang menjemur ikan teri untuk dijadikan teri nasi di Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Minggu (7/11/2021). 

Ikan yang sudah melewati proses perebusan dan penjemuran bakal disortir berdasarkan kualitas, bentuk, dan jenis.

Teri nasi siap jual kemudian dikemas dan dikirim ke sebuah perusahaan di Sumenep, Jawa Timur, untuk diekspor.

Di pasar lokal, teri nasi olahan tempat usaha Mad Salim menjadi langganan pedagang di Jakarta.

"Kalau saya, yang penting, produk kami sehat dikonsumsi. Ada yang dikirim lokalan saja, ada juga yang ekspor ke Jepang, baru satu negara saja sih," ujar dia.

Baca juga: Jelang Derby Arema vs Persebaya di Manahan Solo, Polisi Putar Balik Suporter di Karanganyar

Baca juga: Ingin Banyumas Turun ke Level 1 PPKM, Bupati Husein Targetkan Vaksinasi Covid di November 70 Persen

Baca juga: Sopir Vanessa Angel Terancam Jadi Tersangka, Akui Main Ponsel dan Melaju 120 Km/Jam saat Kecelakaan

Baca juga: Hasil Kerajinan Makrame Warga Banjarnegara Ini Mulai Diminati Pasar, Sayang Terkendala Modal

Teri nasi olahan Mad Salim dibanderol Rp 140.000 per kilogram kering. Sedangkan kondisi basah, dibanderol Rp 35.000-Rp 45.000 per kilogram.

Agar usahanya terus maju di selaga musim, Mad Salim harus pandai menyiasati kebutuhan bahan baku saat musim ramai dan musim paceklik.

Ia bisa mengandalkan hasil tangkapan nelayan Kendal saat musim ramai, sepanjang April-Juli.

Sedangkan musim setelahnya, Mad Salim harus berjibaku mencari bahan baku ikan teri di beberapa daerah lain.

"Produksinya ini kan musiman. Kalau di Kendal enggak ada ikan, harus cari di daerah lain. Di Kendal, mengandalkan nelayan Sikucing dan Tawang. Lainnya gak ada teri karena kapal besar gak bisa masuk," jelas dia.

Di saat musim ramai (panen ikan teri), Mad Salim bisa memproduksi 5-6 ton teri nasi per hari.

Sedangkan ketika musim sepi, produksi teri nasi berkisar di angka 1-2 ton per hari.

Pendapatan yang dihasilkan Mad Salim melalui ekspor cukup menjanjikan.

"Cukup untuk menggaji 100 karyawannya, dan mengembangkan usaha secara bertahap," ujarnya.

"Kalau diambil rata-rata ekspor, satu bulan bisa 100 ton teri nasi basah saat ramai. Pas sepi, 5-6 kuintal dalam sehari," imbuh Mad Salim.

Melihat pasar yang menjanjikan ini, Mad Salim bertekad terus mengembangkan usaha yang dirintis beberapa tahun lalu itu. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved