Breaking News:

Berita Daerah

Mulai 1 November, Makam Gus Dur Dibuka untuk Peziarah Umum: Harus Sudah Terima Vaksin Covid Lengkap

Makam Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kembali dibuka untuk peziarah umum mulai Senin (1/11/2021).

Editor: rika irawati
SURYA/Sutono
Para aktivis Jaringan Lintas Agama dan Etnis Jawa Timur saat memperingati wafatnya Gus Dur di makam areal Ponpes Tebuireng, Jombang, Minggu (23/12/2019). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JOMBANG - Makam Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kembali dibuka untuk peziarah umum mulai Senin (1/11/2021).

Sejumlah syarat pun diberlakukan bagi pengunjung yang ingin berziarah di makam makam Presiden ke-4 RI itu, di antaranya, harus sudah menerima vaksin Covid-19 secara lengkap atau dua kali.

Pembukaan ini merujuk pada surat edaran yang dikeluarkan pengasuh Pesantren Tebuireng.

Sebelumnya, makam Gus Dur yang berada di kompleks makam keluarga Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, ditutup sejak Maret 2020, akibat Pandemi Covid-19.

Humas Pesantren Tebuireng Teuku Azwani mengungkapkan, surat edaran pembukaan makam Gus Dur ditandatangani KH Abdul Hakim Mahfudz, selaku pengasuh Pesantren Tebuireng, pada 23 Oktober 2021.

"Makam Gus Dur dan Masyayikh Pesantren Tebuireng dibuka mulai besok, tanggal 1 November," kata Azwani, dikutip dari Kompas.com, Minggu (31/10/2021).

Baca juga: Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Dikabarkan Meninggal, Alissa Wahid: Ibunda Sehat, sedang Mengaji

Baca juga: Pesantren Tebuireng Tegaskan Makam Gus Dur Masih Tertutup untuk Para Peziarah

Baca juga: Ikut Unggah Guyon Gus Dur Tiga Polisi Jujur di Twitter, Anita Wahid: Aku Bakal Diperiksa Nggak?

Baca juga: Menguak Sejarah, Peran Penting Gus Dur di Balik Meriahnya Perayaan Imlek di Indonesia

Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009, dimakamkan di kompleks makam keluarga Pesantren Tebuireng, di dalam kawasan pondok pesantren putra.

Makamnya berdekatan dengan makam pendiri Pesantren Tebuireng dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari.

Di sebelah barat makam Gus Dur, terdapat makam KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), serta makam ayahnya, Wahid Hasyim.

Azwani menjelaskan, merujuk pada surat edaran yang dikeluarkan pengasuh Pesantren Tebuireng, peziarah wajib mematuhi beberapa persyaratan agar bisa masuk ke kawasan makam keluarga Pesantren Tebuireng.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved