Breaking News:

Berita Bisnis

Sejarah Menabung Indonesia: Celengan Ada sejak Majapahit, Perbankan Dikembangkan 2 Tokoh Pekalongan

Sejarawan Pantura, Wijanarto mengatakan, istilah menabung atau mencelengi sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit.

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
ILUSTRASI. Perajin celengan karakter di Jalan Ababil No 46, Kota Tegal, sedang mewarnai celengan berbentuk Spiderman, Sabtu (30/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Tepat hari ini, 31 Oktober, diperingati sebagai Hari Menabung Sedunia.

Momentum ini sering dimanfaatkan untuk mengampanyekan literasi keuangan, bagaimana masyarakat diajarkan mengelola keuangan.

Di Indonesia sendiri, budaya menabung sudah dikenal sejak lama.

Hal itu ditandai dengan penemuan sebuah celengan gerabah berbentuk 'Babi', diduga peninggalan zaman Kerajaan Majapahit.

Sejarawan Pantura, Wijanarto mengatakan, istilah menabung atau mencelengi sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit.

Beberapa prasasti menyebutkan itu.

Baca juga: Sulit Menyisihkan Uang untuk Menabung? Coba Metode Kakeibo dari Jepang Ini

Baca juga: Prosesi Bobok Bumbung di Cilacap, Kisah Warga Kroya Menabung untuk Bayar Pajak

Baca juga: Program Pemprov Jateng Gerakan Siswa Menabung Diganjar Penghargaan OJK, Ganjar Terkejut

Baca juga: Pemuda di Palembang Ini Beli Motor Pakai Sekarung Uang Koin, Hasil Menabung sejak SMP

Tetapi, yang paling menarik adalah penemuan sebuah celengan dari gerabah berbentuk celeng di Situs Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Wijanarto mengatakan, dari gerabah berbentuk celeng tersebutlah kemudian dikenal istilah celengan.

Artefak tersebut dulunya memang digunakan untuk menyimpan uang kepeng.

"Bentuknya celeng. Babi itu kan dipresentasikan sebagai hewan yang makmur, gemuk, dan sebagainya," kata Wijanarto, Sabtu (30/10/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved