Pemuda di Palembang Ini Beli Motor Pakai Sekarung Uang Koin, Hasil Menabung sejak SMP
Mahasiswa Universitas Tridinanti Palembang, Muhammad Andi Pangestu, akhirnya dapat membeli sepeda motor impian tanpa harus menyusahkan orangtua.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Mahasiswa Universitas Tridinanti Palembang, Muhammad Andi Pangestu, akhirnya dapat membeli sepeda motor impian tanpa harus menyusahkan orangtua.
Menariknya, uang yang digunakan untuk membeli sepeda motor tersebut berupa sekarung uang logam.
Setelah dihitung selama hampir lima jam dengan pihak dealer, uang logam yang dibawa Andi tersebut mencapai total Rp 10 juta.
Menurut Andi, uang tersebut merupakan hasil tabungannya yang dilakukan sejak duduk dibangku SMP.
"Tadi, dihitung selama lima jam. Uang yang saya bawa pakai karung, totalnya Rp 10 juta hasil tabungan sejak SMP," kata Andi, Jumat (28/8/2020).
• Polisi Ancam Jemput Paksa Hadi Pranoto Jika Mangkir Lagi dari Pemanggilan Pemeriksaan Kasus Hoaks
• Kemendikbud Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Subsidi Kuota Internet: Siswa Dapat 35 GB, Mahasiswa 50 GB
• Oro-oro Kesongo Gabusan Blora Meletus, 4 Warga Keracunan dan Belasan Kerbau Hilang Tertimbun Lumpur
Uang tersebut, lanjut Andi, dibelikan sepeda motor jenis Honda Supra GTR 150 di Astra Motor Sukarami Palembang.
Adapun motor impiannya tersebut dibeli seharga Rp 24.650.000 secara tunai.
Sedangkan kekurangannya, dibayar Andi menggunakan uang kertas.
Meski untuk mendapatkan sepeda motor itu perlu perjuangan dan waktu yang lama, Andi mengaku puas.
Sebab, uang yang digunakan merupakan hasil keringatnya sendiri.
Andi mengaku, sepeda motor itu nantinya digunakan untuk kuliah dan membantu ibunya belanja ke pasar.
"Saya puas beli sendiri karena tak menyusahkan orangtua. Setiap hari, uang ini saya tabung hasil membantu ibu di warung," ujarnya.
• BLT Subsidi Gaji Rp 600 Ribu/Bulan Belum Masuk Rekening? Ini 4 Alasan yang Mungkin Jadi Penyebabnya
• Kini, Latar Panggilan Video di Facebook Messenger Bisa Diganti seperti di Zoom, Loh. Begini Caranya
• Demi Alasan Kesehatan Pemain, PSIS Gelar Latihan Sore Nanti secara Tertutup
Sementara itu, Marketing Head Astra Motor Sumatera Selatan, Julius Armando mengatakan, proses penghitungan uang logam yang dibawa Andi membutuhkan waktu selama lima jam.
Meski demikian, ia tidak mempersoalkan dan konsumen bisa membayar dengan metode apapun.
"Proses penghitungan memakan waktu lima jam. Namun, hal itu tidak masalah, konsumen bisa membayar dengan metode apa pun dan akan tetap kami layani," kata Julius. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beli Motor dengan Sekarung Uang Logam, Andi: Tadi Dihitung Selama 5 Jam, Totalnya Rp 10 Juta".