Breaking News:

Berita Bisnis

Sejarah Menabung Indonesia: Celengan Ada sejak Majapahit, Perbankan Dikembangkan 2 Tokoh Pekalongan

Sejarawan Pantura, Wijanarto mengatakan, istilah menabung atau mencelengi sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit.

TRIBUNBANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
ILUSTRASI. Perajin celengan karakter di Jalan Ababil No 46, Kota Tegal, sedang mewarnai celengan berbentuk Spiderman, Sabtu (30/10/2021). 

Dua tokoh tersebut adalah pendiri BRI, Raden Bei Aria Wirjaatmadja, dan pendiri BNI, Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo.

Keduanya merupakan tokoh dari Purwokerto, Jawa Tengah.

"Hal yang menarik, sebetulnya, bagaimana masyarakat mengenal sistem monetisasi. Itu dilakukan Aria Wirjaatmadja dan Margono Djojohadikoesoemo," ujarnya.

Menurut Wijanarto, kedua tokoh perbankan tersebut mengenalkan sistem yang disebut kredit rakyat.

Baca juga: Komdis PSSI Tangani Dugaan Pengaturan Skor di Perserang, Sanksi Seumur Hidup Ancam Pemain Terlibat

Baca juga: Pengurus PD Prima-DMI Purbalingga Dilantik, Diharapkan Bentengi Remaja Masjid dari Paham Radikal

Baca juga: Banyak Tempat Usaha Langgar Jam Malam PPKM Level 1, Satpol PP Kota Semarang Terjunkan Intel

Baca juga: PHRI Banyumas Kecewa Cuti Bersama Nataru Ditiadakan, Khawatir Okupansi Anjlok Lagi

Dari situ, munculah upaya-upaya untuk mengatasi kesulitan ekonomi di tingkat masyarakat kecil.

Kemudian, muncul lembaga-lembaga yang diinisiasi masyarakat, semisal pegadaian.

"Jadi, pegadaian ini, bersama bank pengkreditan rakyat merupakan media bagi masyarakat di Hindia Belanda, saat itu, untuk mencadangkan atau meminjam," ungkapnya.

Refleksi Hari Menabung

Wijanarto mengatakan, menabung dalam prespektif sosiologi bertujuan sebagai daya tahan masyarakat menghadapi sesuatu hal.

Termasuk, diartikan sebagai investasi untuk menghadapi sesuatu yang dicemaskan di masa depan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved