Berita Nasional

Cegah Penularan Corona Varian AY.4.2, Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri Wajib Karantina 5 Hari

Pemerintah mewajibkan pelaku perjalanan internasional yang tiba di Indonesia, menjalani karantina lima hari.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi virus Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah mewajibkan pelaku perjalanan internasional yang tiba di Indonesia, menjalani karantina lima hari.

Aturan ini diterapkan untuk mencegah penularan varian baru virus corona AY.4.2 yang kini berkembang di Inggris.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pihaknya juga memaksimalkan upaya pencegahan lewat 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 3T (testing, tracing, treatment).

"Pemerintah memaksimalkan pelaksanaan strategi yang sudah ditetapkan, yaitu karantina perjalanan, 3M, 3T, dan vaksin," kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: WHO Waspadai Virus Corona Varian Mu: Ditemukan di Kolombia, Dinilai Kebal terhadap Vaksin

Baca juga: Pemprov Jateng Beli Alat Bernama WGS, Ganjar: Guna Deteksi dan Antisipasi Varian Baru Covid-19

Baca juga: Menko PMK Minta Warga Tak Mudik saat Libur Nataru, Cegah Munculnya Gelombang Tiga Ledakan Covid

Baca juga: Cegah Ledakan Covid saat Libur Nataru, Pemerintah Hapus Cuti Bersama 24 Desember dan Perketat Prokes

Terkait aturan karantina kesehatan, pemerintah masih merujuk pada Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 yang mulai berlaku 14 Oktober lalu.

Dalam SE tersebut dikatakan bahwa setibanya di Indonesia, pelaku perjalanan internasional wajib menjalani karantina selama 5x24 jam.

Bagi WNI yang merupakan pelajar/mahasiswa atau pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas, biaya karantina ditanggung pemerintah.

Sementara, WNI di luar kriteria tersebut, melakukan karantina di tempat akomodasi yang mendapat rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19.

Ketentuan yang sama juga berlaku bagi WNA. Setelah menjalani karantina selama 5 hari, pelaku perjalanan wajib melakukan tes PCR.

Jika hasilnya negatif maka pelaku perjalanan dapat melanjutkan perjalanan.

Namun, jika hasilnya positif maka pelaku perjalanan wajib menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat atau rumah sakit dengan biaya ditanggung pemerintah bagi WNI dan biaya mandiri untuk WNA.

"Agar dapat mencegah masuknya semua jenis varian baru sekaligus meminimalisir pembentukan mutasi baru di dalam negeri," ujar Wiku.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 29 Oktober 2021: Rp 1.871.000 Per 2 Gram

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Jumat 29 Oktober 2021: Siang hingga Malam Diperkirakan Hujan

Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Jumat 29 Oktober 2021: Waspada! Siang hingga Malam Diperkirakan Hujan

Wiku mengatakan, AY sejatinya bukan varian virus baru.

Varian itu merupakan bagian dari varian Delta yang mengalami perubahan atau mutasi tambahan.

"Jenis varian AY dari mutasi Delta ini cukup beragam, yaitu dari AY.1 hingga AY.2.8," jelasnya.

Menurut Wiku, hingga kini, belum diketahui apakah berbagai jenis varian Delta ini memiliki karakteristik khusus yang dapat mempengaruhi laju penularan, keparahan gejala, maupun vaksinasi Covid-19.

"Karena studi terkait hal tersebut masih berlangsung," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Masuknya Corona Varian AY.4.2, Ini Langkah Pemerintah".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved